alexametrics

Polemik Dualisme Asosiasi Penyelenggara Umrah Belum Inkrah

12 September 2017, 15:20:41 WIB

JawaPos.com – Dualisme kepengurusan Asosiasi Penyelenggara Haji Umroh dan Inbound Indonesia (Asphurindo) diselesaikan lewat putusan Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Jakarta.

PTUN memutuskan kepengurusan yang sah dipimpin oleh H Magnatis Chaidir sebagai ketua umum (ketum) dan dan H Supratman Abdul Rahman sebagai Sekretaris Jenderal (sekjen). Namun keputusan itu dinilai belum inkrah karena masih ada upaya banding.

Keputusan itu tertuang dalam amar putusan No. 73/G/2017/PTUN-JKT, tanggal 31 Agustus 2017. Adapun kepengurusan Asphurindo di bawah pimpinan H Magnatis Chaidir itu berdasarkan SK Menteri Hukum dan HAM RI No AHU-0000143.AH.01.08.Tahun 2017. Dengan keputusan PTUN Jakarta tersebut, Asphurindo kembali menempati kantor di Jalan Casablanca Nomor 45 lantai 3, Tebet, Jakarta Selatan. Selama ini kantor itu dikuasai kubu H Syam Refiadi.

Polemik Dualisme Asosiasi Penyelenggara Umrah Belum Inkrah
ilustrasi (doc. JawaPos.com)

Menanggapi hal itu, Syam Resfiadi meminta para anggota Asphurindo di seluruh Indonesia tetap tenang. Dia meminta agar anggota tidak terpengaruh terkait pemberitaan yang menyatakan kubu Magnatis sebagai kepengurusan yang sah.

“Meski pada 31 Agustus 2017 kemarin PTUN (Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negata) menolak gugatan kami, namun pihak kami masih melakukan upaya banding sehingga proses hukum di PTUN masih berlangsung sehingga putusan yang dikeluarkan pada 31 Agusts 2017 lalu belum memiliki keputusan tetap atau inkrah,” ungkap Syam dalam keterangan tertulis kepada wartawan, Selasa (12/9).

Syam juga menambahkan keputusan akan menjadi tetap apabila tidak ada upaya banding yang diajukan pihak lawan. Namun jika proses banding masih ditempuh maka keputusan terakhir ditentukan oleh MA (Mahkamah Agung).

“Dan pihak kami sudah menempuh upaya tersebut pada Jumat (8/9) kemarin, pihak kami sudah mendaftarkan upaya banding dengan no register perkara : 073/G/2017/PTUN-JKT ke PTUN Jakarta,” jelasnya.

Terkait proses hukum yang masih berlanjut, roda organisasi Asphurindo pun masih dilaksanakan oleh kepengurusan kubu Syam Resfiadi sesuai yang terpilih secara demokratis dalam Musyawarah Nasional II di Bogor pada 9 hingga 11 Januari 2017 lalu. Syam menyesalkan langkah pihak Magnatis yang menyampaikan kepengurusan mereka merupakan kepengurusan Asphurindo yang sah.

“Saya harap kubu lawan menghormati proses ini” tutup Syam.

Editor : admin

Reporter : (ika/JPC)



Close Ads
Polemik Dualisme Asosiasi Penyelenggara Umrah Belum Inkrah