alexametrics

Polisi Kaji Permohonan Penangguhan Penahanan Habil Marati

12 Juli 2019, 15:21:32 WIB

JawaPos.com – Tersangka kasus dugaan rencana pembunuhan 4 tokoh nasional, Habil Marati sudah mengajukan upaya penangguhan penahan. Menindak lanjuti permohonan tersebut, penyidik Polda Metro Jaya masih melakukan evaluasi sebelum memutuskan akan mengabulkan permintaan politikus Partai Persatuan Pembangunan (PPP) itu atau tidak.

“Kan (masih) dievaluasi penyidik ya,” ujar Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya, Kombes Pol Argo Yuwono di Mapolda Metro Jaya Jakarta, Jumat (12/7).

Argo menjelaskan, dikabulkan atau tidaknya permohonan tersebut menjadi kewenangan penyidik. Oleh karena itu, dia belum bisa memberikan kepastian ke publik. Mengingat masih menunggu hasil evaluasi penyidik. “Untuk dikabulkan atau tidaknya masih menunggu hasil evaluasi,” sambungnya.

Sebelumnya, Setelah ditunjuk sebagai pengacara Habil Marati, Yusril Ihza Mahendra langsung mengatur strategi menangani kasus kliennya. Terdekat dia tengah mengupayakan penangguhan penahanan untuk politikus Partai Persatuan Pembangunan (PPP) itu.

Yusril mengatakan, saat ini akan mempersiapkan berkas-berkas yang dibutuhkan untuk permohonan penangguhan penahanan. Rencananya, keluarga tersangka yang akan menjadi penjamin.

“Kami sudah mendiskusikan kemungkinan Pak Habil ditangguhkan penahanannya. Hanya keluarganya saja (penjamin) nanti kalau diperlukan tambahan jaminan saya akan kontak kawan-kawan yang lain untuk melalukan penjaminan,” ungkap Yusril di Polda Metro Jaya, Jakarta Rabu (10/7).

Yusril mengatakan, pengajuan penangguhan penahanan tersebut dilakukan dengan pertimbangan kondisi kesehatan Habil. Sebab, selama meringkuk di hotel prodeo, kesehatan Habil dinilai menurun. “Kelihatannya kurang sehat juga Pak Habil,” sambungnya.

Diketahui, Habil Marati telah ditangkap oleh polisi dan ditetapkan sebagai tersangka terkait kasus dugaan ancaman pembunuhan terhadap empat tokoh nasional dan satu bos lembaga survei. Dia diduga berperan sebagai pemberi uang Rp 150 juta kepada Kivlan Zen untuk pembelian senjata.

Wadir Krimum Polda Metro Jaya Ajun Komisaris Besar Ade Ary menyebut, Habil berperan sebagai pemberi dana sebesar Rp 150 juta kepada Kivlan Zen untuk keperluan pembelian senjata api.

“Tersangka HM ini berperan memberikan uang. Jadi uang yang diterima tersangka KZ (Kivlan Zen) berasal dari HM. Maksud tujuan untuk pembelian senjata api. Juga memberikan uang Rp 60 juta rupiah langsung kepada tersangka berinisial HK, untuk biaya operasional dan juga pembelian senjata api,” kata Wadirkrimum Polda Metro Jaya AKBP Ade Ary di kantor Kemenko Polhukam, Jakarta.

Editor : Bintang Pradewo

Reporter : Sabik Aji Taufan



Close Ads