alexametrics

Pengacara Sebut Ada Peran Anak Buah di Suap Pejabat Krakatau Steel

12 Juni 2019, 17:03:02 WIB

JawaPos.com – Arif Sulaiman, penasihat hukum terdakwa Kurniawan Eddy Tjokro selaku Direktur PT Tjokro Bersaudara, mengatakan Karunia Alexander Muskitta, mempunyai peran vital di kasus suap pengadaan barang di PT Krakatau Steel (Persero). Alexander merupakan ‘kaki tangan’ dari Wisnu Kuncoro, selaku Direktur Produksi dan Teknologi PT Krakatau Steel, yang menerima suap dari PT Tjokro Bersaudara dan PT Grand Kartech.

“Intinya dengan Alexander (Muskitta) saja. Tidak meluas,” kata Arif Sulaiman ditemui di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, Rabu (12/5).

Arief menegaskan, kliennya akan bersikap kooperatif selama persidangan. Serta akan membantu pihak Jaksa Penuntut Umum (JPU) pada KPK untuk membuat terang kasus tersebut. Dia menyerahkan proses penegakan hukum kepada KPK.

“Fakta persidangan akan ada yang ditemukan. Apakah benar uang itu sampai ke Wisnu (Kuncoro). Kami serahkan proses hukum kepada KPK. Agar bisa melihat, sisi-sisi kooperatif klien,” ucap Arif.

Selama ini, dia mengklaim, kliennya sudah berupaya kooperatif. Hal ini terbukti dari proses hukum yang berjalan cepat sudah masuk ke tahap ke pengadilan. Namun, dia mengaku, kliennya tidak akan mengajukan diri sebagai Justice Collaborator (JC). “Tidak sampai ke sana (JC,-red). Tidak banyak sekali kaitan dengan pihak lain,” tegasnya.

Sementara itu, Juru Bicara KPK Febri Diansyah menghargai langkah hukum yang ditempuh oleh penyuap bos Krakatau Steel. Menurutnya, merupakan haknya untuk tidak mengajukan eksepsi. “Mengajukan atau tidak mengajukan eksepsi itu hak terdakwa. Jika tidak digunakan maka proses lebih lanjut akan berjalan,” ucap Febri.

Selain itu, Febri menghargai jika dua penyuap Wisnu Kuncoro akan kooperatif dengan KPK. Menurutnya, hal ini untuk memudahkan prosea hukum yang berjalan. “Jika memang berkomitmen bersikap koperatif tentu kami hargai,” jelas Febri.

Sebelumnya, Jaksa Penuntut Umum (JPU) pada KPK mendakwa dua pengusaha karena memberikan suap kepada Wisnu Kuncoro, selaku Direktur Produksi dan Teknologi PT Krakatau Steel.

JPU pada KPK mendakwa Direktur Utama PT Tjokro Bersaudara, Kurniawan Eddy Tjokro alias Yudi Tjokro, memberikan suap senilai Rp 55,5 Juta kepada Direktur Produksi dan Teknologi PT Krakatau Steel (Persero), Wisnu Kuncoro.

Selain itu, JPU pada KPK mendakwa Direktur Utama PT Grand Kartech, Kenneth Sutardja, memberikan suap senilai Rp 101.540.000 kepada Direktur Produksi dan Teknologi PT Krakatau Steel (Persero), Wisnu Kuncoro.

Pada dakwaan pertama, perbuatan terdakwa sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Pasal 5 ayat (1) huruf a Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Atau pada dakwaan kedua, perbuatan terdakwa sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam Pasal 13 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Editor : Bintang Pradewo

Reporter : Muhammad Ridwan