Alasan Pilih Abu Tours untuk Pergi Umrah, Jamaah: Bukan karena Murah

12/04/2018, 15:20 WIB | Editor: Ilham Safutra
()
Share this

JawaPos.com - Pengungkapan kasus dugaan penipuan perusahaan perjalanan umrah, PT Amanah Bersama Umat (Abu) Tours, menyisakan luka mendalam bagi para jamaahnya. Alih-alih berangkat ke tanah suci memenuhi panggilan Allah SWT, mereka justru menderita kerugian hingga puluhan hingga rupiah jutaan rupiah.

Kristiawan, salah satu jamaah korban Abu Tours menuturkan alasannya memilih travel itu memiliki izin operasi dari Kementerian Agama (Kemenag).

"Jadi kalau saya berpikirnya dengan logis. Pertama kenapa saya mendaftar karena izinnya ada. Izinnya itu sampai tahun 2017 dan diperpanjangnya di bulan Juli 2017," ungkap warga Cinere, Depok, di Bareskrim Polri, Gambir, Jakarta Pusat, Kamis (12/4).

Jamaah Abu Tours yang gagal ke tanah suci mendatangi Bareskrim Polri (Sabik Aji Taufan/JawaPos.com)

Kristiawan mendaftar sebagai jamaah umrah di Abu Tours pada Januari 2017. Ketika itu dijanjikan akan berangkat ke tanah suci pada Januari 2018. Kala itu dia diminta mahar sebesar Rp 19,5 juta per paketnya. Harga itu dianggapnya sesuai dengan harga standar perjalanan umrah, sehingga tidak dicurigai adanya upaya penipuan.

"Bukan karena murah, tapi dengan pertimbangan waktu di bulan Januari 2017 itu angka Rp 19,5 juta itu bukan harga yang murah," lanjutnya.

Terlebih lagi dari beberapa kesaksian yang ia dapat, banyak pihak menyebut bahwa Abu Tours memiliki reputasi baik dalam menggelar perjalanan umrah. Hal-hal itu kemudian yang menyakinkan Kristiawan untuk menggunakan jasa Abu Tours.

Akibat kasus ini, Kristiawan mengaku mendapat kerugian cukup banyak. Jika ditotal dengan 2 paket perjalanan umrah yang dia bayar ke Abu Tours, kerugian ditaksir mencapai Rp 40 juta. "Kalau dua orang dikali aja Rp 19,5 juta ditambah Rp 500 ribu (biaya asuransi)," pungkas Kristiawan.

Sebagaimana diketahui, sebanyak 300 orang korban dugaan penipuan Abu Tours melaporkan Bos Abu Tours, Hamzah Mamba alias Abu Hamzah ke Bareskrim Polri, Jakarta, Kamis (12/4). Mereka adalah jamaah yang mendaftar melalui jalur mandiri ke kantor Abu Tours di wilayah Jabodetabek.

Diperkirakan sampai saat ini Abu Tours telah melakukan penipuan terhadap 86 ribu calon jamaah umrah, dengan total kerugian mencapai Rp 1,8 triliun. Hamzah sendiri telah ditangkap oleh kepolisian Sulawesi Selatan guna mempertanggungjawabkan perbuatannya.

(ce1/sat/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi