alexametrics

Dari Taliban Hingga Pendana Teroris, Ini Rekam Jejak Teman Algojo ISIS

12 Februari 2019, 18:00:22 WIB

JawaPos.com – Mabes Polri kemarin mengungkap ada satu tersangka teroris yang diamankan di Bandara Soekarno-Hatta pada awal Januari lalu. Usut punya usut, teroris bernama Harry Kuncoro, 34, itu cukup menguasai kelompok yang ada di Indonesia bahkan Asia.

Dari informasi yang dihimpun JawaPos.com, pria asal Karanganyar, Jawa Tengah itu memiliki rekam jejak cukup panjang di dunia terorisme. Tak ayal dia sudah tiga kali keluar masuk penjara.

“Dia napiter senior yang punya koneksi langsung ke luar negeri dan dianggap menguasai wilayah Indonesia dan Asia karena pernah belajar di Arab Saudi dan giat di Afghanistan,” sebut Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo di kantornya, kemarin.

Harry diketahui pernah bergabung dengan Kelompok Jemaah Islamiyah bersama Noordin M Top dan Dr. Azhari. Dia juga sempat bergabung dengan kelompok Taliban Melaya pada 2011.

Harry sendiri merupakan adik ipar perencana bom dua deskotek di Bali, Djoko Pitono alias Dulmatin. Dia sempat menerima dana dari Kelompok Bima dan membeli senjata pada 2011.

“Dia kelompok Taliban Malaya. Dia adik ipar Dulmatin. Pernah terima dana dari kelompok Bima,” beber Kepala Bagian Penerangan Umum Divisi Humas Polri Kombes Syahar Diantono di kantornya, Rabu (11/2).

Harey juga pernah menguasai senjata dan mengawal Umar Patek, terdakwa perkara terorisme kembali dari Filipina ke Indonesia. Sekitar 2015, ketika masih jadi tahanan di Lapas Pasir Putih, Nusa Kambangan, Harry berkomunikasi dengan Abu Walid yang dikenal sebagai algojo ISIS asal Indonesia.

Mereka berkomunikasi melalui telegram. Dalam komunikasi itu, Abu Walid menawarkan Harry untuk berangkat ke Suriah dengan menjanjikan akan menanggung semua biaya dokumen dan pemberangkatan.

Pada tahun yang sama, Harry mendapat kabar dari teroris jaringan Jamaah Ansharut Tauhid (JAT) bahwa anak perempuannya menikah dengan Umar, anak teroris Imam Samudera. Dari Umar, dia dikenalkan dengan Bahrun Naim, dalang di balik serangan Jakarta 2016 lalu.

Dia juga disebut-sebut sebagai motivator kelompok JAD Yogyakarta untuk melakukan Amaliah dan hijrah ke Syam dan Filipina. Bahkan andai tiba di Siria melalui Iran, Harry kabarnya akan menerima sejumlah uang dari kelompok ISIS untuk mendanai kelompok teror yang masih tidur di Indonesia.

“Ada indikasi akan dijadikan penghubung. Penyandang dana. Karena HK ini menguasai benar jaringan yang ada di Indonesia,” kata Syahar.

Editor : Bintang Pradewo

Reporter : Desyinta Nuraini

Dari Taliban Hingga Pendana Teroris, Ini Rekam Jejak Teman Algojo ISIS