alexametrics

13 Taruna Akpol yang Tewaskan Junior Akhirnya Dipecat

12 Februari 2019, 18:22:48 WIB

JawaPos.com – Nasib 13 orang taruna Akademi Kepolisian (Akpol) yang menewaskan taruna tingkat II Muhammad Adam pada 18 Mei 2017 silam, akhirnya diputuskan. Mereka dipecat dari Akpol.

Keputusan itu diambil melalui sidang tertutup Dewan Akademik (Wanak) Akpol yang digelar pada Senin (11/2) mulai pukul 13.00 WIB hingga 23.30 WIB di Gedung Paramarta, Komplek Akpol.

Sidang tersebut dipimpin Gubernur Akpol Irjen Rycko Amelza Dahniel dan dihadiri Kepala Lembaga Pendidikan dan Latihan (Kalemdiklat) Komjen Arief Sulistyanto, dan sejumlah PJU Akpol. Termasuk anggota Kehormatan dari Itwasum, Divpropam, Lemdiklat, SSDM Polri, dan seluruh anggota tidak tetap Wanak.

Kalemdiklat Komjen Arief Sulistyanto menjelaskan, kasus ini sudah bergulir cukup lama. Karenanya, ia meminta agar Wanak segera menentukan nasib 13 taruna yang terkatung-katung, agar mereka bisa melanjutkan jenjang karier lain saat keluar dari Akpol.

“Bersyukur, akhirnya keputusan sudah dilakukan secepatnya untuk memberikan kepastian dan demi menjaga marwah Akpol sebagai pencetak Pemimpin Polri masa depan” ujar Arief dalam pesan singkatnya, Selasa (12/2).

Adapun ke-13 taruna tersebut yakni MB, GJN, GCM, RLW, JEDP, dan RAP. Lalu ada  IZPR, PDS, AKU, CAEW, RK, EA, dan  HA. Salah satu dari 13 orang tersebut merupakan anak dari Gubernur Maluku yang juga mantan Komandan Korps (Dankor) Brimob Irjen Murad Ismail.

Sebelumnya ke-13 orang itu juga sudah divonis pidana tapi saat itu sidang Wanak belum juga digelar. Sidang Wanak sendiri digelar setelah adanya putusan Kasasi Mahkamah Agung yang menyatakan ke-13 taruna tersebut dinyatakan terbukti bersalah melakukan tindak pidana dengan variasi hukuman yang berbeda sesuai dengan peran masing-masing.

Sementara itu, Arief menegaskan bahwa tidak boleh ada kekerasan di Akpol. Menurutnya, tradisi kekerasan senior terhadap junior adalah perilaku yang harus dihilangkan.

Ia berpendapat, senior harusnya mengayomi, membimbing, dan menanamkan budaya asih-asah-asuh dalam hubungan mereka. “Jadilah senior yang disegani bukan senior yang ditakuti. Negara akan rugi kalau Akpol meluluskan perwira yang berkarakter pro kekerasan karena tidak sesuai dengan pola Democratic Policing,” tegas Arief.

Seperti diberitakan, Adam tewas ditangan tersangka yang tak lain seniornya, CAS, pada Kamis, 18 Mei 2017 sekira pukul 02.20 WIB di flat A Graha Taruna Detasemen Tingkat III Komplek Akpol.

Setelah memeriksa 21 taruna Akpol rekan korban dan tiga orang pengasuh, disimpulkan jika ada 14 orang senior korban yang menjadi tersangka dengan peran masing-masing. Selain CAS, ada 13 tersangka lainnya.

Editor : Erna Martiyanti

Reporter : Desyinta Nuraini

13 Taruna Akpol yang Tewaskan Junior Akhirnya Dipecat