alexametrics

Langka di Pasaran, Bareskrim Bekuk Pengoplos Gas 3 Kg di Tangerang

12 Januari 2018, 11:46:26 WIB

JawPos.com – Direktorat Tindak Pidana Ekonomi Khusus Bareskrim Polri berhasil membongkar aksi pengoplosan gas subsidi 3 kilogram atau gas melon menjadi gas 12 kg dan gas 50 kg. Para pelaku melakukan aksi kejahatannya secara manual. Dampak praktik tersebut membuat gas melon langka di kalangan masyarakat menengah bawah.

Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Pol Setyo Wasisto mengatakan, pihaknya telah mengamankan pelaku bernama Frengki (30) sebagai pemilik sekaligus pengelola tata niaga atau distribusi gas yang tidak memiliki izin.

Saat dilakukan penggeledahan Kamis (11/1) sekitar pukul 15.00 WIB, Frengki bersama para karyawannya sedang melakukan pengoplosan gas.

“Para karyawannya banyak yang kabur,” kata Setyo di gudang pengoplosan gas, Kavling DPR Blok C, Kelurahan Nerotog, Kecamatan Pinang, Kota Tangerang, Jumat (12/1).

Petugas juga mengamankan tiga orang lainnya yang berinisial A, T dan S yang saat ini masih ditetapkan sebagai saksi oleh petugas.

“A bertugas untuk mencari pihak yang akan menjual gas 3 kg, T bertugas untuk mencari tenaga kerja dan S bertugas mencari pembeli gas hasil oplosan,” ujar Setyo.

Setyo menjelaskan, pasokan gas bersubsidi dari PT Pertamina relatif stabil namun di pasaran terdapat kelangkaan dan hal ini yang menjadi dasar kecurigaan petugas untuk menindaklanjuti ada kelangkaan gas 3 kg.

“Ternyata pelaku berani membeli gas 3 kg dengan harga tinggi atau seharga Rp 21 ribu dari agen. Artinya dia sudah mempunyai niat sehingga para penjual agen menjualnya ke sini,” ungkap Setyo.

Kemudian, pelaku melakukan pengoplosan gas 3 kg itu kedalam gas 12 kg dan gas 50 kg. “Pelaku bisa menjualnya dibawah harga rata-rata, dengan keuntungan Rp 41 ribu sampai Rp 46 ribu,” terang Setyo.

Barang bukti yang berhasil diamankan petugas yakni 200 tabung gas ukuran 3 kg, 396 tabung gas ukuran 12 kg, 110 tabung gas ukuran 50 kg, 322 selang suntik, empat unit mobil Grand Max, 13 unit mobil box Suzuki Carry, empat unit Mitshubisi Dum Truck dan empat Mitshubisi Colt.

Atas perbutannya pelaku disangkakan Pasal 62 jo pasal 8 ayat 1 huruf a uu no 8 tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen dan Undang-Undang Nomor 22 tahun 2001 tentang minyak dan gas bumi pasal 53 huruf D tentang melakukan tata niaga minyak bumi dan gas bumi tanpa izin usaha niaga, dengan ancaman hukuman pidana penjara minimal 5 tahun atau denda maksimal Rp 2 Milyar.

Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Pol Setyo Wasisto dan Dirtipideksus Bareskrim Pol Brigjen Pol Agung Setya

Editor : Yusuf Asyari

Reporter : (rdw/JPC)

Langka di Pasaran, Bareskrim Bekuk Pengoplos Gas 3 Kg di Tangerang