JawaPos Radar | Iklan Jitu

Kasus Century Belum Ada Tersangka Baru

Pimpinan KPK: Kasih Gue 20 ribu orang, Gue Beresin Indonesia

11 Desember 2018, 15:45:22 WIB
Saut Situmorang
Wakil Ketua KPK Saut Situmorang (Istimewa for JawaPos.com)
Share this

JawaPos.com - Komisi Pemberantasan Korupsi mengakui tidak berhenti dalam mengusut kasus Bank Century yang baru menjerat satu orang tersangka. Ihwal adanya hal ini ditegaskan oleh Wakil Ketua KPK Saut Situmorang.

"Yang berhentiin century siapa, enggak ada kan, makanya kita tunggu aja sabar saja. Enggak berhenti kasus itu," ucap Wakil Ketua KPK Saut Situmorang saat ditemui di Hotel Kartika Chandra, Selasa (11/12).

Kendati demikian, dirinya enggan mengungkapkan lebih lanjut terkait hasil dari pemeriksaan yang dilakukan pihaknya beberapa hari lalu terhadap Miranda Goewltoem, Boediono, dan Wimboh.

"Jangan dulu, pokoknya yang jelas kasus ini tidak berhenti, ini masih didalamin. Tunggu aja, kalau sudah masuk penyidikan kita umumkan," tambahnya.

Lebih lanjut, Saut menegaskan hingga saat ini pihaknya masih melakukan pendalaman dari putusan Mantan Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI), Budi Mulya. Oleh karena itu, pihaknya belum melakukan langkah lebih jauh.

"Pokoknya dari putusan Budi Mulya itu akan tetap menjadi pegangan karena itu sudah jelas putusan Budi Mulya itu. Sabar dulu, kasih gua 20 ribu orang, gua beresin Indonesia," tegas dia.

Sekadar informasi, KPK telah memulai penyelidikan baru kasus dugaan korupsi Bank Century sejak Juni 2018 lalu. Sampai saat ini sedikitnya 24 orang telah diminta keterangan dalam tahap penyelidikan tersebut.

Kemudian, pada 15 November lalu, Juru Bicara KPK Febri Diansyah mengatakan kasus Bank Century tidak mungkin hanya dilakukan oleh satu orang. Pasalnya, kebijakan-kebijakan serta perbuatan-perbuatan terkait dengan kasus Bank Century diduga sebagai kegiatan yang dilakukan secara bersama-sama.

Dalam kasus ini, KPK baru menjerat Deputi Gubernur BI Bidang 4 Kebijakan Pengelolaan Moneter dan Devisa, Budi Mulya. Budi Mulya telah divonis 15 tahun penjara di tingkat kasasi.

Editor           : Kuswandi
Reporter      : (ipp/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up