JawaPos Radar | Iklan Jitu

Dituding Tak Kooperatif Komisioner Ombudsman

Novel Baswedan: Saya Curiga Adrianus Punya Konflik Kepentingan

11 Desember 2018, 19:17:09 WIB
Novel Baswedan
Novel Baswedan saat menyambut kedatangan awak media di kediamannya di Kelapa Gading Jakarta Utara, Selasa (27/2) (Dery Ridwansyah/JawaPos.com)
Share this

JawaPos.com - Penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi Novel Baswedan membantah pernyataan komisioner ombudsman Adrianus Meliala, yang menyebut dirinya tak kooperatif dalam memberikan keterangan terkait kasus yang menimpanya. Atas tudingan itu, Novel menduga Adrianus mempunyai konflik kepentingan dalam kasus tersebut.

"Ya saya mendengar yang disampaikan oleh Adrianus Meliala bahwa saya tidak kooperatif. Saya tidak tahu apa yang dimaksud oleh Pak Adrianus ini. Bahkan mungkin Pak Adrianus menganggap saya sebagai korban tidak kooperatif yang kooperatif pelaku barang kali, saya tidak tahu," ungkap Novel di gedung KPK, Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Selasa (11/12).

Terkait kasus penyeriman air keras yang melilitnya, Novel menegaskan dirinya sudah menjalani pemeriksaan di gedung KPK. Bahkan, pemeriksaan itu difasilitasi oleh biro hukum KPK.

"Pada saat itu kenapa biro hukum memfasilitasi karena kami berpandangan ada suatu keanehan. Sebelum pemeriksaan itu dilakukan, Pak Adrianus menyampaikan serangan-serangan kepada saya secara pribadi, ini suatu hal yang luar biasa karena dia seorang pejabat di ombudsman. Ini yang kemudian kita lihat sebagai keanehan," imbuhnya.

"Saya tidak yakin ini adalah serangan dari ombudsman, tapi saya menjadi curiga pak Adrianus punya conflict of interest dalam masalah ini," ujarnya.

Di lain sisi, terkait tudingan bahwa dirinya irit bicara saat diperiksa, karena hanya diperiksa dalam 2 lembar berita acara pemeriksaan (BAP). Novel menyebut, Adrianus sudah meminta maaf terkait masalah itu.

"Saya kira seorang pejabat bicara sesuatu yang salah dan itu tidaklah suatu kebaikan. Memang Pak Adrianus sudah menyampaikan permohonan maaf dalam pertemuan dengan saya dan saya sudah maafkan, tapi tentunya perspektif saya bahwa Pak Adrianus adalah orang yang conflict of interest tidaklah berubah," pungkasnya.

Sebelumnya, saat merilis laporan pemeriksaan terkait pengusutan kasus teror air keras yang menimpa penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Novel Baswedan. Komisioner ombudsman Adrianus Meliala mengatakan adanya dugaan maladministrasi dalam penyidikan kasus tersebut. kendati demikian, Adrianus justru menuding, jika berlarutnya penyidikan kasus tersebut karena salah satunya Novel tak kooperatif saat diperiksa penyidik polisi.

"Mungkin sekali kalau Pak Novel cukup kooperatif dan bersedia diambil BAP beberapa kali, maka hal itu tidak akan menjadi kesalahan polisi," ucapnya.

Editor           : Kuswandi
Reporter      : (ipp/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini