alexametrics

Suap Mafia Migas, KPK Cegah Pemegang Saham Siam Group ke Luar Negeri

11 September 2019, 17:55:43 WIB

JawaPos.com – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melayangkan surat kepada Ditjen Imigrasi Kemenkumham untuk mencegah pemegang saham Siam Group Holding, Lukma Neska untuk bepergian ke luar negeri. Pencegahan ini terkait kasus dugaan suap terkait perdagangan minyak mentah dan produk kilang di Pertamina Energy Services Pte. Ltd (PES) selaku subsidiary company PT. Pertamina (Persero) yang menjerat mantan Direktur Utama Pertamina Energy Trading Ltd (Petral), Bambang Irianto.

“KPK telah mengirimkan surat pelarangan ke luar negeri terhadap satu orang, yaitu Lukma Neska, pemegang saham dari Siam Group Holding,” kata Juru Bicara KPK, Febri Diansyah melalui pesan singkat, Rabu (11/9).

Pencegahan ini dilakukan, karena diduga Lukma Neska mengetahui kasus suap yang menjerat Bambang Irianto. Hal ini lantaran Siam Group yang berkedudukan di negara surga pajak, British Virgin Island tersebut sengaja didirikan Bambang untuk menampung uang suap yang diterimanya dari Kernel Oil.

Sejauh ini, KPK menduga Bambang telah menerima suap sekitar USD 2,9 juta dari Kernel Oil selama periode 2010-2013 karena telah membantu Kernel Oil untuk berdagang dengan PES atau Pertamina.

Febri menyatakan, larangan Lukma Neska bepergian ke luar negeri berlaku selama enam bulan terhitung sejak 2 September 2019. Dengan demikian, Lukma setidaknya tidak dapat bepergian ke luar negeri hingga Maret 2020 mendatang.

“Yang bersangkutan dilarang bepergian ke luar negeri selama enam bulan ke depan terhitung 2 September 2019,” jelasnya.

Editor : Kuswandi

Reporter : Muhammad Ridwan



Close Ads