alexametrics

Tiba di Gedung KPK, Gubernur Nurdin Diam Seribu Bahasa

11 Juli 2019, 15:34:34 WIB

JawaPos.com – Gubernur Kepulauan Riau (Kepri) Nurdin Basirun tiba di kantor Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Jakarta pada siang hari ini, Kamis (11/7). Politikus NasDem tersebut dibawa dari Kepri ke Jakarta setelah terjaring operasi tangkap tangan (OTT) KPK.

Pantauan JawaPos.com di lokasi, Nurdin tiba di KPK sekitar pukul 14.30 WIB dengan dikawal oleh sejumlah petugas dari lembaga antirasuah serta pihak kepolisian. Mantan Bupati Karimun tersebut tiba di KPK dengan me‎ngenakan kemeja lengan panjang berwarna hitam.

Politikus Nasdem tersebut tak mengeluarkan ekspresi maupun pernyataan terkait OTT yang meringkus dirinya. Selain Nurdin, lima orang lainnya juga turut dibawa KPK yakni, Kadis Pekerjaan Umum, Penataan Ruang dan Pertanahan; Abu Bakar, Kadis Kelautan dan Perikanan (DKP) Edy Sofyan.

Kemudian, Kabid Perikanan Tangkap, DKP; Budi Hartono, Staf DKP Provinsi Kepri; Aulia Rahman dan seorang pengusaha, Andreas Budi Sampurno‎.

Sebelumnya, tim satgas telah melakukan pemeriksaan awal terhadap pihak-pihak yang diamankan tersebut di kantor kepolisian setempat. KPK kemudian membawa pihak-pihak yang diamankan tersebut ke Jakarta guna pemeriksaan lebih lanjut.

Juru Bicara KPK, Febri Diansyah menyampaikan, pihaknya mengamankan uang sebesar SGD 6 ribu dalam operasi senyap tersebut. Uang itu diduga terkait terkait izin lokasi rencana reklamasi di Kepulauan Riau. “Tim penindakan juga mengamankan uang SGD 6 ribu,” ujar Juru Bicara KPK Febri Diansyah.

KPK menduga, uang dugaan suap tersebut bukan penerimaan pertama. Febri memastikan status keenam orang yang diamankan dalam OTT ini baru akan ditentukan KPK setelah menjalani pemeriksaan 1×24 jam. “Sesuai dengan hukum acara KPK diberikan waktu paling lama 24 jam ya. Nanti akan ditentukan status hukum perkaranya apakah misalnya ditingkatkan ke penyidikan dan status pihak-pihak yang diamankan itu,” tukasnya.

Editor : Mohamad Nur Asikin

Reporter : Muhammad Ridwan