alexametrics

Aktor Intelektual-Eksekutor Kasus Penyerangan Novel Harus Terungkap

11 Juli 2019, 16:25:04 WIB

JawaPos.com – Laporan tim investigasi bentukan Polri belum sepenuhnya menjawab rasa penasaran publik terkait penyerangan terhadap penyidik KPK Novel Baswedan. Siapa terduga pelaku lapangan hingga aktor intelektual di balik teror pada 11 April 2017 itu belum jelas.

Itu pula yang dirasakan Novel sebagai korban. Dia mengaku belum mendapat pemberitahuan apa pun terkait laporan tersebut. Khususnya terkait temuan baru yang diperoleh tim setelah bekerja selama enam bulan sejak Januari lalu. “Jujur, saya belum mendengar apa konferensi pers yang disampaikan tim gabungan,” kata Novel kemarin (10/7).

Sebagaimana diberitakan, tim investigasi telah menyusun laporan setebal 1.670 halaman. Perinciannya, 170 halaman laporan dan 1.500 halaman lampiran. Tim mengklaim mendapat temuan baru terkait kasus penyerangan terhadap Novel. Namun, temuan itu baru disampaikan pekan depan, setelah berkas laporan diserahkan kepada Kapolri Jenderal Tito Karnavian.

Penyidik KPK Novel Baswedan. (Miftahulhayat/Jawa Pos)

Novel berharap keterangan yang disampaikan tim tersebut bukan hanya spekulasi tentang siapa aktor intelektualnya. Melainkan, juga eksekutor yang menyiramkan air keras. “Tidak mungkin ada pengungkapan pelaku kejahatan seperti ini (penyiraman air keras, Red), tapi kemudian hanya dimulai dengan spekulasi aktor intelektual,” tegasnya.

Dia khawatir spekulasi tentang aktor intelektual tanpa menyeret pelaku lapangan justru akan memperkeruh kasus tersebut. Spekulasi tanpa pembuktian juga bisa menimbulkan beragam persepsi publik. “Kalau hanya spekulasi dan pelakunya (pelaku lapangan, Red) sama sekali tidak dapat, maka sia-sia,” ujarnya.

Kualitas laporan tim, menurut Novel, menjadi pertaruhan bagi pihak-pihak yang terlibat di dalamnya. Dia berharap laporan yang disampaikan pekan depan benar-benar sesuai harapan.

Secara terpisah, Kadivhumas Polri Irjen M. Iqbal mengatakan bahwa laporan detail akan disampaikan Polri bersama dengan tim investigasi. “Pejabat utama Polri juga belum tau hasilnya. Kan masih dipelajari Kapolri,” ungkapnya di sela perayaan HUT Ke-73 Polri di Silang Monas kemarin.

Dalam kesempatan itu, dia meluruskan perihal nama tim investigasi yang diketuai Nur Kholis, eks komisioner Komnas HAM, tersebut. Nama sebenarnya Tim Pakar Investigasi Kasus Novel. Bukan Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF).

Tim pakar memiliki beberapa rekomendasi yang belum diungkap. Polri memastikan akan menindaklanjutinya.

Editor : Ilham Safutra

Reporter : (tyo/idr/c10/fal)



Close Ads