alexametrics

Belajar Dari Kasus Hermansyah, PJR di Tol Dibekali Kemampuan Khusus

11 Juli 2017, 14:29:44 WIB

JawaPos.com – Kasus pembacokan yang menyebabkan pakar IT dari Institut Teknologi Bandung (ITB), Hermansyah yang terjadi di jalan tol menjadi pembelajaran bagi kepolisian. Apalagi akibat insiden itu Hermansyah mengalami luka parah.

Kapolres Metro Jakarta Timur, Kombes Andry Wibowo mengatakan, satuan Patroli Jalan Raya (PJR) yang biasa ada di dalam jalan tolperlu diperbanyak. Hal itu untuk mengantisipasi kejadian serupa.

“Kalau jalan tol kan khusus. Tidak semua polisi bisa masuk jalan tol. Saya bicara sama beberapa praktisi kepolisian, kan ada patroli jalan raya (PJR). Harus diperbanyak PJR,” kata dia, Selasa (11/7).

Belajar Dari Kasus Hermansyah, PJR di Tol Dibekali Kemampuan Khusus
Tim Inafis Polresta Depok mengidentifikasi sidik jari di mobil korban penusukan Hermansyah di Tol Jagorawi, Minggu pagi (9/7). (Febry Febrian/Jawa Pos)

Namun, karena fokus anggota PJR biasanya diketahui hanya untuk mengatur lalu lintas di dalam tol, dia beranggapan anggota PJR itu juga butuh dibekali dengan kemampuan untuk menangani aksi kejahatan.

“Fokus mereka kan lantas, nanti dibekali juga dengan patroli yang bersifat untuk kriminalitas. Hal ini agar mereka juga bisa flexible di lapangan,” kata dia.

Diketahui, Hermansyah dibacok oleh lima orang tak dikenal karena saling bersenggolan di Tol Jagorawi, Jakarta Timur pada Minggu (9/7). Akibatnya dia mengalami luka parah dan harus dirawat di RSPAD Gatot Subroto, Jakarta Pusat. (elf/JPG)

Editor : Ilham Safutra


Close Ads
Belajar Dari Kasus Hermansyah, PJR di Tol Dibekali Kemampuan Khusus