alexametrics

Sebut Korban Tewas 22 Mei 60 Orang, Ustad Lancip Akan Diperiksa Polisi

11 Juni 2019, 14:29:00 WIB

JawaPos.com – KH Ahmad Rifky Umar Said Barayis atau yang dikenal dengan Ustad Lancip akan diperiksa penyidik dari Polda Metro Jaya. Seharusnya, dia sudah diperiksa kasus dugaan ujaran kebencian dan berita bohong yang diketahui terjadi pada 7 Juni 2019 di Depok, Jawa Barat. Namun, yang bersangkutan berhalangan hadir dan dijadwalkan ulang.

Pemeriksaan itu dilakukan karena polisi ingin ia menjelaskan terkait video ceramahnya yang membahas demo pada tanggal 21 dan 22 Mei 2019 yang berujung rusuh. Dalam video tersebut, Ustaz Lancip menyebut korban jiwa dalam kerusuhan tersebut mencapai hampir 60 orang dan ratusan orang masih hilang.

“Iya. Sudah diagendakan pemeriksaan ulang,” kata Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Metro Jaya, Komisaris Besar Polisi Argo Yuwono, Selasa (11/6).

Seharusnya, Ustad Lancip akan dimintai keterangan penyidik kepolisian pada pada Senin  (10/6) kemarin sekitar pukul 10.00 WIB. Tapi Ustad Lancip tak hadir lantaran ada kegiatan yang bersamaan. “Pemeriksaan ulang pada Senin, 17 Juni 2019,” katanya.

Pemeriksaan hari ini merupakan rujukan atas adanya laporan polisi (LP) masuk pada 7 Juni 2019. Laporan itu teregistrasi dengan nomor LP/3473/VI/2019/PMJ/Dit Reskrimsus. Kemudian, rujukan Surat Perintah Penyelidikan nomor SP/Lidik/875/VI/RES.2.5/2019/Dit Reskrimsus, tanggal 8 Juni 2019.

Untuk menghadiri pemeriksaan, ia dimohon untuk membawa dokumen atau bukti-bukti yang berkaitan dengan perkara tersebut. Ustaz Lancip disangkakan Pasal 28 ayat 2 Jo Pasal 45A ayat 2 Undang-undang Nomor 19 Tahun 2016 atas perubahan Undang-undang Nomor 11 Tahun 2008 Tentang ITE dan/atau Pasal 14 dan/atau Pasal 15 Undang-undang Nomor 1 Tahun 1946 Tentang Peraturan Hukum Pidana dan/atau Pasal 207 KUHP.

Editor : Bintang Pradewo