alexametrics

Pemeriksaan Tersangka Makar Sofyan Jacob Dijadwalkan Pekan Depan

11 Juni 2019, 10:56:49 WIB

JawaPos.com – Penyidik Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) telah menjadwalkan kembali pemeriksaan ketiga untuk mantan Kapolda Metro Jaya Komjen (Purn) Polisi Mochammad Sofyan Jacob. Pekan depan, Sofyan Jacob akan dimintai keterangan sebagai tersangka dugaan makar.

“Penyidik sudah menjadwalkan ulang. Nanti diperiksa Senin, 17 Juni 2019,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Argo Yuwono saat dikonfirmasi, Selasa (11/6).

Sofyan tak bisa menghadiri panggilan kedua pada Senin, 10 Juni 2019 pukul 10.00 WIB kemarin, lantaran tengah sakit. Padahal, agenda itu merupakan pemeriksaan perdana sebagai tersangka.

Atas ketidakhadiran itu, ia meminta penyidik menjadwalkan ulang. Permohonan jadwal ulang disampaikannya ke polisi melalui kuasa hukumnya, Ahmad Yani.

“Ya hari ini Pak Sofyan Jacob dijadwalkan pemeriksaan, tapi beliau berhalangan, karena sakit. Pada hari ini tadi kami antar ke penyidik untuk dijadwalkan ulang,” ucap Ahmad Yani di Polda Metro Jaya, Senin (10/6) kemarin.

Ahmad Yani mengaku mengajukan permohonan penjadwalan ulang untuk memeriksa kliennya pekan depan. Jika sudah ada jadwal ulang, maka ia siap membawa Sofyan Jacob.

“Kami siap hadirkan Pak Soyfan Jacob,” tegas Ahmad Yani.

Sebelumnya, mantan Kapolda Metro Jaya Sofyan Jacob ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan makar, pada Rabu, (29/5). Status saksi dinaikkan penyidik menjadi tersangka usai memeriksa sejumlah saksi dan menggelar perkara.

Bukti kuat Sofyan diduga telah berbuat makar terdapat pada sebuah video. “Bukti makar, ada ucapan dalam bentuk video,” ucap Argo.

Sofyan dilaporkan oleh seseorang di Bareskrim Mabes Polri. Argo mengatakan, pelapor Sofyan sama dengan pelapor Eggi Sudjana dan Kivlan Zen.

Kemudian, laporan terhadap Sofyan itu dilimpahkan ke Polda Metro Jaya. Sofyan disangkakan melanggar Pasal 107 KUHP dan atau 110 KUHP juncto Pasal 87 KUHP dan atau Pasal 14 ayat 1 dan ayat 2 dan atau Pasal 15 Undang-Undang (UU) Nomor 1 Tahun 1946 Tentang Peraturan Hukum Pidana.

Dia diduga melakukan kejahatan terhadap keamanan negara atau makar, menyiarkan suatu berita yang dapat menimbulkan keonaran di kalangan masyarakat, atau menyiarkan kabar yang tidak pasti.

Editor : Estu Suryowati

Reporter : Muhammad Ridwan