alexametrics

Dua Pelaku Bom Bunuh Diri Berbaiat dengan ISIS lewat Medsos

11 Juni 2019, 08:33:17 WIB

JawaPos.com – Polisi mengungkap fakta lain di balik aksi bom bunuh diri di Sukoharjo. Pelaku bom bunuh diri, Rofik Asharudin, ternyata bukan pelaku tunggal alias lone wolf. Densus 88 Antiteror menangkap dua terduga teroris yang tak lain adalah teman Rofik. Mereka adalah AA alias Umar dan S. Dua tersangka tersebut unik karena tidak terafiliasi dengan kelompok teroris di Indonesia semacam Jamaah Ansharut Daulah (JAD).

Kepala Bagian Penerangan Umum (Kabagpenum) Divhumas Polri Kombespol Asep Adi Saputra menuturkan, awalnya Densus 88 Antiteror meyakini pelaku beraksi sendiri. Namun, setelah didalami di meja pemeriksaan, diketahui ada pelaku lain. ”Bukan lone wolf,” katanya di kantor Divhumas Polri kemarin.

AA dan S diketahui ikut terlibat aksi keji tersebut dengan peran membantu perakitan bom. AA ditangkap di Lampung dalam pelariannya dan S ditangkap di Sukoharjo. Keduanya masih diperiksa secara intensif. ”Namun, sudah ada beberapa temuan terkait mereka,” jelasnya.

Petugas dari INAVIS Polres Surakarta dan Brimob melakukan penyisiran di tempat kejadian perkara (TKP) pengeboman di Pospam Tugu Kartasura, Sukoharjo, Jawa Tengah, Selasa dini hari (4/6). – Damianus Bram/Jawa Pos Radar Solo

Dalam pemeriksaan juga terungkap, keduanya ternyata tidak memiliki hubungan dengan kelompok teroris di Indonesia. Baik JAD maupun Jamaah Islamiyah (JI). Mereka terhubung dengan ISIS hanya melalui baiat via media sosial. ”Baiat kepada Abu Bakar Al Baghdadi,” tuturnya.

Sementara itu, warga permukiman di Jalan Pinus Permai III, Kelurahan Panarung, Kecamatan Pahandut, Palangka Raya, dikagetkan penyergapan terhadap terduga teroris yang tinggal di rumah kos milik H Sarani.

Karopenmas Divhumas Mabes Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo membenarkan adanya penyergapan tersebut. ”Masih pendalaman (diperiksa, Red) oleh densus,” katanya.

Editor : Ilham Safutra

Reporter : (idr /old/ala/c19/git)


Close Ads