alexametrics

11 Debt Collector yang Rampas Mobil Serda Nurhadi Ternyata Preman

11 Mei 2021, 09:15:40 WIB

JawaPos.com – Penyelidikan kasus perampasan mobil yang dikemudikan oleh Serda Nurhadi masih berjalan. Fakta terbaru yang diungkap penyidik, yakni 11 debt collector selaku eksekutor tidak memiliki Sertifikat Profesi Penagihan Pembiayaan (SPPP).

“Ini preman-preman semuanya, tidak sah. Ini mereka ilegal semuanya, tidak punya kekuatan hukum,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus kepada wartawan, Selasa (11/5).

11 debt collector ini kebanyakan sebelumnya berprofesi sebagai sekuriti. Namun, adanya pandemi Covid-19, membuat mereka dirumahkan. Sehingga, beralih profesi menjadi mata elang.

Baca Juga: Pangdam Jaya Minta Perusahaan Leasing Hentikan Jasa Debt Collector

Lebih lanjut, Yusri menjelaskan, para debt collector ilegal ini disewa jasanya oleh PT ACKJ selaku perusahaan yang diberi kuasa dari PT Clipan Finance untuk melakukan penarikan mobil terhadap debitur yang menunggak. Salah satu targetnya yakni mobil yang dikendarai Serda Nurhadi.

“Walaupun surat kuasa ada tapi tidak memiliki klasifikasi, keahlian, tidak memiliki dasar-dasar, SPPP-nya tidak ada sama sekali. Jadi itu tidak boleh. Itu ilegal,” tegasnya.

Editor : Nurul Adriyana Salbiah

Reporter : Sabik Aji Taufan

Saksikan video menarik berikut ini:




Close Ads