JawaPos Radar

Tiba di Nusakambangan, Napi Kasus Terorisme Ditempati di Dua Lapas

11/05/2018, 13:26 WIB | Editor: Ilham Safutra
Tiba di Nusakambangan, Napi Kasus Terorisme Ditempati di Dua Lapas
Bus pengangkut Napi Teroris tiba di Dermaga Wijayapura Cilacap, Kamis (10/5) sore sekitar pukul 17.15 (Dimas Prabowo/Radar Banyumas/Jawa Pos Group)
Share this image

JawaPos.com - Napi kasus terorisme yang terlibat kerusuhan di Rutan Mako Brimob, Depok sudah dikirim ke Pulau Nusakambangan, Cilacap, Jawa Tengah (Jateng). Rencananya di sana mereka akan menempati dua lapas, salah satunya Lapas Pasir Putih.

Seluruh napi dipindahkan dari Rutan Mako Brimob, termasuk 10 napi yang sempat bertahan meski sudah diultimatum polisi untuk menyerah. Ketika pemindahan berlangsung, area sekitar rutan belum bisa diakses sembarang orang, termasuk awak media.

Namun, Karopenmas Divhumas Polri Brigjen Pol M. Iqbal menyampaikan, pemindahan itu dimulai dengan evakuasi para napi. "Tadi (kemarin, Red), menjelang fajar, ketika Bapak Wakapolri berjalan ke sini (kantor Direktorat Polisi Satwa, Red) untuk konferensi pers, itu proses evakuasi hampir selesai," ungkapnya. Dia memang tidak menjelaskan secara detail proses evakuasi tersebut. Tapi, gambarannya tampak dari foto dan video yang diambil Divhumas Polri.

Tiba di Nusakambangan, Napi Kasus Terorisme Ditempati di Dua Lapas
Bus pengangkut Napi Teroris tiba di Dermaga Wijayapura Cilacap, Kamis (10/5) sore sekitar pukul 17.15 (Dimas Prabowo/Radar Banyumas/Jawa Pos Group)

Berdasar foto dan video tersebut, sejumlah napi keluar dari rutan dengan mengangkat kedua tangan. Kemudian, napi yang sudah dievakuasi diperiksa secara ketat oleh aparat kepolisian. Selanjutnya, kedua tangan mereka diikat dengan plastic handcuffs. Lantas, mereka digiring untuk naik bus yang bertulisan Korps Brimob. Bus tersebut keluar dari Mako Brimob dengan kawalan ketat petugas.

"Dengan pengawalan ketat, koordinasi dengan Menkum HAM," imbuh Iqbal.

Meski demikian, Polri tidak sembarangan memilih jalur. Menurut Iqbal, instansinya menyiapkan beberapa jalur untuk dilalui rombongan bus yang membawa para napi itu.

Sementara itu, Dirjen Pemasyarakatan (Pas) Kemenkum HAM Sri Puguh Budi Utami menyampaikan, pemindahan napi dari Mako Brimob ke Nusakambangan tidak hanya melibatkan petugas dari Brimob. "Densus 88, BNPT, TNI, serta kantor wilayah Jawa Tengah," ungkapnya.

Perempuan yang akrab dipanggil Utami itu mengungkapkan, para napi yang dibawa dari Mako Brimob bakal ditempatkan di sel terpisah. "One man one cell dengan pengamanan maksimal," tegasnya. Dia pun menegaskan, sebagai instansi yang bertanggung jawab mengelola lapas dan rutan, pihaknya sudah menyiapkan sistem pembinaan dan pengamanan khusus untuk napi kasus terorisme.

Meski sudah dipindahkan dari Mako Brimob ke Pulau Nusakambangan, tindakan para napi yang melanggar aturan dan ketentuan selama kericuhan dan penyanderaan berlangsung bakal diproses sesuai aturan hukum yang berlaku. "Indonesia negara hukum. Semua akan berujung pada penegakan hukum," kata Wakapolri Komjen Pol Syafruddin ketika ditanyai soal langkah yang akan diambil pascainsiden di Mako Brimob.

Hal senada disampaikan Menko Polhukam Wiranto saat ditanya soal langkah hukum yang akan diambil, khususnya terhadap para napi yang membunuh petugas. "Kita negara hukum. Untuk semua kegiatan melanggar hukum, ada sanksinya," imbuhnya. Dia pun kembali menegaskan bahwa Indonesia sangat konsisten dalam urusan penindakan teroris. "Kita bertindak tegas melawan terorisme," tambah dia.

Sementara itu, dengan penjagaan ketat, para napi teroris yang diangkut sembilan bus polisi itu tiba di Dermaga Wijayapura Pelindo III, Pelabuhan Tanjung Intan, pada pukul 17.10. Para napi langsung dibagi ke dua kapal pengangkut. Tiga bus dan mobil pendamping langsung masuk kapal pertama yang sudah disiapkan. Enam bus sisanya diangkut kapal kedua. Hanya sekitar 30 menit dua kapal dengan sembilan bus yang berisi napi teroris tersebut melaju dari Wijayapura menuju Dermaga Sodong, Pulau Nusakambangan.

Kapolres Cilacap AKBP Djoko Julianto dan Dandim 0703 Cilacap Letkol Inf Yudi Purwanto ikut serta dalam kapal pengangkut napi teroris tersebut. Sebelum kedatangan narapidana, Djoko mengatakan bahwa napi teroris nanti dibagi dalam dua lapas. Salah satunya Lapas Pasir Putih. "Hasil koordinasi, nanti ditempatkan di dua lapas," ujarnya.

Pada bagian lain, jajaran kepolisian dengan dibantu anggota Kodim 0703 memastikan adanya kesiapan penjagaan, baik dari personel lapas maupun kepolisian. 

(syn/nas/c11/agm)

Alur Cerita Berita

Keluarga Beny Syamsu Gelar Pengajian 11/05/2018, 13:26 WIB
Lihat semua

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up