JawaPos Radar

Seorang Polisi Ditikam di Mako Brimob, IPW Minta Keamanan Ditingkatkan

Insiden Pasca Kerusuhan di Mako Brimob

11/05/2018, 14:30 WIB | Editor: Estu Suryowati
Seorang Polisi Ditikam di Mako Brimob, IPW Minta Keamanan Ditingkatkan
Blok napi dan lokasi sekitar Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat dinyatakan steril, Kamis (10/5). Namun, satu lagi anggota jadi korban penusukkan. (Dery Ridwansah/Jawa Pos)
Share this image

JawaPos.com - Seorang lagi anggota Polri terbunuh, setelah lima orang tewas dalam kerusuhan yang terjadi di rumah tahanan (rutan) Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat. Adalah anggota Intel Polri Bripka Marhum Prencje yang harus kehilangan nyawa.
Sontak hal ini mengundang perhatian sejumlah pihak. Salah satunya datang dari Ketua Presidium Indonesia Police Watch (IPW) Neta S Pane.

"IPW merasa prihatin dengan peristiwa ini, apalagi terjadi pasca kekacauan di Rutan Brimob yang menyebabkan lima polisi terbunuh," ujarnya melalui keterangan pers, Jumat (11/5).

Sayangnya, belum ada pernyataan dari Mabes Polri mengenai kejadian pada Kamis malam kemarin (10/5) itu. Dikabarkan, terduga kasus terorisme bernama Tendi Sumarno, 23, itu membunuh Marhum di depan Mako Brimob.

"IPW berharap Polri transparan mengungkap peristiwa pembunuhan anggota Brimob ini dan mengungkap pelaku dari jaringan mana," kata Neta.

Lebih lanjut dia menyarankan agar Polri meningkatkan keamanan di sekitar Mako Brimob. "Jika keamanan anggota polisi di markas komando pasukan elit Polri itu saja tidak bisa terjaga, bagaimana publik bisa percaya bahwa polisi mampu menjaga keamanan masyarakat," pungkas Neta.

Sekadar informasi, informasi yang beredar di kalangan wartawan, dua intel Brimob Polri melihat tiga lelaki yang mencurigakan di sekitar Mako Brimob pada pukul 23.45 WIB. Diduga mereka membawa bahan peledak.

Dua intel Brimob tersebut lantas berusaha membekuk ketiganya. Namun hanya TS yang tertangkap. Sedangkan dua temannya berhasil kabur dengan membawa bahan peledaknya.

TS pun lalu dibawa ke kantor Satintelmob di dalam Mako Brimob. Saat diperiksa TS diketahui berusia 23 tahun dan berasal dari Tanjung Siang, Jawa Barat.

Saat diperiksa, TS izin ke toilet. Karena lama tak muncul Bripka Marhum Prencje mendatangi toilet. Saat itulah TS menyerang dan menikam anggota Brimob itu bertub-tubi.

Mendengar keributan di toilet, anggota lain mendatangi TKP dan berhasil membekuk TS. Sementara Bripka Prencje yang luka parah dibawa ke RS Bhayangkara Brimob. Pukul 02.40 WIB korban meninggal dunia dengan luka parah di bagian perut.

(dna/JPC)

Alur Cerita Berita

Keluarga Beny Syamsu Gelar Pengajian 11/05/2018, 14:30 WIB
Lihat semua

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up