alexametrics

Bentrokan di Mako Brimob Bikin SBY Prihatin, Begini Pesannya ke Polri

11 Mei 2018, 16:00:34 WIB

JawaPos.com – Bentrokan yang terjadi di rumah tahanan (rutan) Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat, Selasa (8/5) lalu telah menewaskan lima anggota kepolisian dan seorang narapidana kasus terorisme.

Menanggapi insiden tersebut, Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) meminta Polri untuk memberikan penjelasan secara lengkap. Pesan SBY itu disampaikan oleh Sekretaris Jenderal Partai Demokrat Hinca Panjaitan.

“SBY sebagai Ketum minta penjalasan lengkap. Sehingga bisa didapatkan cerita yang sesungguhnya dan tahu jalan keluarnya seperti apa,” ujar Hinca di kediaman SBY Jalan Mega Kuningan, Jakarta, Jumat (11/5).

Bentrokan di Mako Brimob Bikin SBY Prihatin, Begini Pesannya ke Polri
Blok narapidana kasus terorisme dan lokasi sekitar Mako Brimob sudah steril, pada Kamis (10/5) pagi. (Dery Ridwansah/JawaPos.com)

Hinca yang juga anggota Komisi III DPR ini mengatakan, bersama koleganya di komisi akan mengunjungi Mako Brimob, Senin (14/5) mendatang. Mereka ingin mencari informasi mengenai segala macam persoalan.

Hinca menambahkan, mereka juga ingin mencari informasi yang selama ini menjadi pertanyaan di masyarakat, misalnya bagaimana para teroris tersebut bisa mendapatkan sejata tajam.

“Akan bertanya gimana sih kondisinya, bagaimana SOP, apa sebenarnya yang terjadi, bagaimana itu bisa terjadi, lalu bagaimana cara mengatasinya,” katanya.

Atas insiden ini, dia pun berharap Presiden Joko Widodo (Jokowi) bisa memberikan perhatian penuh. Pasalnya, dalam waktu dekat Indonesia akan menghelat dua agenda besar yakni Asian Games dan Pertemuan Tahunan Dana Moneter Internasional (IMF).

“Jadi, ini harus cukup serius dan menjadi perhatian semua,” pungkasnya.

Sebelumnya, Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen Pol M Iqbal mengungkapkan, insiden di Mako Brimob Kelapa Dua, Depok, pada Selasa (8/5) malam, berawal dari keributan antara tahanan dan petugas kepolisian karena masalah makanan.

Ada pihak keluarga narapidana terorisme (napiter) yang sedang berkunjung menolak pemeriksaan atas makanan yang dibawanya. Iqbal menegaskan, sesuai standar prosedur operasional (SOP), seluruh makanan yang berasal dari luar dan diberikan kepada tahanan harus melalui pemeriksaan.

Setidaknya lima anggota kepolisian pun gugur dalam tugasnya akibat bentrokan tersebut. Sementara 155 narapidana teroris itu telah dipindahkan ke Lapas Nusakambangan, Cilacap, Jawa Tengah.

Editor : Fersita Felicia Facette

Reporter : (ce1/gwn/JPC)

Bentrokan di Mako Brimob Bikin SBY Prihatin, Begini Pesannya ke Polri