JawaPos Radar

Telisik Izin Abu Tours, Polres Malang Kota Bakal Panggil Depag

11/04/2018, 00:27 WIB | Editor: Sari Hardiyanto
Kapolres Malang Kota AKBP Asfuri.
Kapolres Malang Kota AKBP Asfuri. (Fisca Tanjung/JawaPos.com)
Share this image

JawaPos.com – Kasus dugaan penipuan, penggelapan dan pencucian uang Abu Tours meluas. Di Kota Malang, setidaknya 39 calon jamaah Abu Tours menjadi korban. Dan mereka telah menjalani pemeriksaan di Polres Malang Kota terkait pengembangan kasus Abu Tours yang berpusat di Makassar tersebut.

Guna membuat titik terang, pihak kepolisian akan memanggil dari Departemen Agama (Depag) Kota Malang, terkait dengan perizinan usaha. Kapolres Malang Kota AKBP Asfuri mengatakan, pemanggilan Depag tersebut terkait perizinan Abu Tours di Kota Malang. "Rencana pemanggilan Depag minggu ini. Penyidik sampaikan kemungkinan minggu ini," ujarnya, Selasa (10/4). 

Dia menyampaikan, selain memeriksa 39 saksi, pihaknya juga telah melakukan pemeriksaan terhadap pengelola Abu Tours yang ada di Malang. "Pengelola Abu Tours yang di Malang sudah dilakukan pemeriksaan. Sudah ada yang datang," ujarnya.

Asfuri menerangkan, warga Malang yang sudah diperiksa sebanyak 39 orang, itu bukan hanya dari Malang saja tetapi juga kota lain. Dia menambahkan, setelah pemeriksaan lengkap, pihaknya akan melimpahkan kasus tersebut ke Polda Sulawesi Selatan. 

Pasalnya, berdasarkan arahan dari Kabareskrim, untuk penanganan kasus Abu Tours ini dijadikan satu di Sulawesi Selatan, karena memang pusatnya disana. "Sehingga nanti kami akan berkoordinasi dengan Polda Sulawesi Selatan," lanjutnya.

Sementara itu, ketika ditanya mengenai jumlah total kerugian yang diderita korban, Asfuri masih belum bisa mengatakan secara rinci. "Total kerugian belum kami hitung. Kalau sesuai dengan (yang dibayar) para peserta umrah, rata-rata mereka memakan biaya sekitar Rp 16,5 juta," jelasnya. Dia menambahkan, seharusnya para calon jamaah tersebut dijadwalkan berangkat pada tahun lalu.

"Total seluruh yang belum berangkat belum di cek, karena belum didata," kata dia. Hingga saat ini, lanjut Asfuri, pihaknya belum mendirikan posko khusus bagi korban Abu Tours. Saat ini pun hasil pemeriksaan masih didalami.

(fis/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up