alexametrics

Penjelasan Resmi RSKO Soal Hasil Tes Urine Andi Arief

11 Maret 2019, 13:39:24 WIB

JawaPos.com – Direktur Utama RSKO Dokter Azhar Jaya angkat suara terkait beredarnya hasil tes urinee Andi Arief. Adapun dari hasil pemeriksaan, Politikus Partai Demokrat itu negatif menggunakan narkoba.

Katanya, RSKO tidak bertanggung jawab atas penyebaran hasil rekam medis tersebut karena Andi yang menyebarkannya sendiri. Namun berkaitan dengan hasil tes urinee, seorang pengguna narkotika, psikotropika, dan zat adiktif (Napza) dapat terdeteksi dalam periode atau waktu tertentu. 

Misalnya, untuk pengguna sabu, akan terdeteksi sebagai pengguna melalui urine 1-2 hari setelah pemakaian terakhir. “Kalau sudah lewat hari ke lima, enam, tujuh, dan seterusnya, maka tidak akan terdeteksi dan negatif,” jelasnya.

Namun untuk pembuktian hukum, menurutnya Andi pasti sudah dilakukan pemeriksaan urine ketika penangkapan. “Kalau tidak salah yang dilakukan pihak Polri dan BNN,” imbuhnya. 

Lebih lanjut Azhar menerangkan, RSKO bukanlah lembaga hukum, tetapi pihaknya memiliki kemampuan untuk melakukan tes konfirmasi dengan alat yang lebih canggih. Itupun harus dasar permintaan lembaga hukum, atau pasien dan keluarganya secara sukarela.

“Ini kan ada pertanyaan dari teman-teman kok tidak dilakukan pemeriksaan rambut dan sebagainya, kami memiliki kemampuan itu. Kalau diminta secara hukum, kami akan melakukannya. Kalau tidak diminta, kami tidak akan melakukan hal tersebut,” tegasnya.

Sebelumnya, Andi ditangkap sekitar pukul 18.30 WIB di kamar 14, lantai 12, Hotel Menara Peninsula, Slipi, Jakarta Barat, Minggu (3/3). Awalnya petugas menerima informasi dari masyarakat bahwa ada pengguna narkoba di salah satu kamar hotel tersebut.

Setelah dilakukan upaya penyelidikan, mapping dan surveilans, petugas berhasil menggerebek dan melakukan upaya paksa kepolisian berbentuk penangkapan dan penyitaan terhadap beberapa barang bukti seperti alat isap sabu alias bong.

Karena tidak ditemukannya barang bukti dan bersikap kooperatif sebagai pengguna, akhirnya penyidik memutuskan agar Andi cukup menjalani rehabilitasi. Keputusan rehabilitasi itu juga diassessment lembaga terkait seperti BNN. Andi kini sudah dibebaskan dari jerat hukum.

Editor : Erna Martiyanti

Reporter : Desyinta Nuraini



Close Ads
Penjelasan Resmi RSKO Soal Hasil Tes Urine Andi Arief