alexametrics

Mantan Asisten Sebut Program Irwandi Yusuf Sejahterakan Rakyat

11 Maret 2019, 22:09:21 WIB

JawaPos.com – Mantan asisten Irwandi Yusuf, Bahtiar Abdullah menyatakan, Gubernur Aceh (nonaktif) itu banyak membuat program, salah satunya di bidang pendidikan. Bahtiar menyebut, Irwandi membuat program beasiswa untuk rakyat Aceh.

“Setelah dia jadi Gubernur itu saya lihat banyak usaha-usahanya itu untuk membantu rakyat Aceh, seperti meningkatkan standar pendidikan, kesehatan, sosial, dengan program-programnya,” kata Bahtiar saat bersaksi untuk Irwandi di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, Senin (11/3).

Menurutnya, Irwandi telah banyak membuat program untuk kesejahteraan rakyat Aceh seperti Aceh Hebat, Aceh Pandai dan Aceh Bermartabat. “Dari situ saya lihat banyak program itu yang telah disusun tetapi sayang belum sempat terlaksana,” tegas Bahtiar.

Sementara itu, Irwandi mengaku membuat program beasiswa selama dirinya menjabat sebagai Gubernur. Dia menyebut, hampir ribuan masyarakat di Aceh mendapat program beasiswa hingga tamat pendidikan.

“Ada 2.600 orang yang saya kirim ke luar negeri. Yang di dalam negeri saya nggak tahu jumlahnya. Kemudian di Aceh kan pasca konflik dan tsunami Aceh banyak anak yatim dari tahun 2008 saya rintis dan 2009 direalisasi dan berikan beasiswa kepada 120 ribu anak yatim, anak SD sampai tamat SMA,” ucap Irwandi.

Mantan kombatan GAM ini mengaku mendanai program beasiswa untuk rakyat Aceh melalui Anggaran Pendapatan Belanja Aceh (APBA). “Dari dana APBA, kemudian saya tekankan lagi pada 2017 menjadi Rp 2, 4 juta per-anak,” pungkas Irwandi.

Dalam perkara ini, Irwandi didakwa menerima suap dari Bupati Bener Meriah Ahmadi sebesar Rp 1,05 miliar. Uang itu diberikan agar Irwandi menyerahkan proyek-proyek di Kabupaten Bener Meriah yang dibiayai Dana Otonomi Khusus Aceh (DOKA) ke pengusaha-pengusaha asal Bener Meriah.

Jaksa juga mengatakan Irwandi telah menerima gratifikasi selama menjabat sebagai Gubernur Aceh periode 2017-2022 sebesar Rp 8,71 miliar. Jaksa pun mendakwa Irwandi karena telah menerima gratifikasi dari Board of Management PT Nindya Sejati sebesar Rp 32,45 miliar.

Atas gratifikasi tersebut, Irwandi didakwa telah melanggar pasal 12 B Undang-Undang Nomor 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Sementara atas tindakan suap yang ia lakukan, jaksa mendakwa Irwandi dengan pasal 12 huruf a Undang-Undang Nomor 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Editor : Estu Suryowati

Reporter : Muhammad Ridwan



Close Ads
Mantan Asisten Sebut Program Irwandi Yusuf Sejahterakan Rakyat