JawaPos Radar | Iklan Jitu

Teror Pembakaran Kendaraan Terkait Pilpres, Polri: Itu Masih Sumir

11 Februari 2019, 17:31:30 WIB
Teror Pembakaran Kendaraan Terkait Pilpres, Polri: Itu Masih Sumir
Salah satu kendaraan yang dibakar oleh orang tak dikenal di Jawa Tengah (Radar Semarang/Jawa Pos Group)
Share this

JawaPos.com - Teror pembakaran kendaraan di wilayah Jawa Tengah belakangan dinilai politis dan terkait dengan Pilres 2019.  Namun Kepolisian Republik Indonesia (Polri) masih enggan berspekulasi dan mengaitkan hal ini dengan politik.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen Dedi Prasetyo mengatakan, tim khusus yang dibentuk masih fokus bekerja mengungkap pelaku dan motifnya. "(Kalau dikaitkan Pilpres) itu masih sumir. Tim masih bekerja dari Polda Jateng dan Mabes Polri untuk mengungkap," ujarnya di Kompleks Mabes Polri, Jakarta, Senin (11/2).

Ia menjelaskan, tim bekerja berdasarkan data dan fakta yang ada di lapamgan. Proses pembuktian menjadi sangat penting untuk melihat rekam jejak pelaku.

Penyidik pun, katanya tidak mau terburu-buru dan gegabah mengambil langkah dalam upaya mengungkap kasus tersebut. "Ini sama seperti kasus terorisme dan narkoba. Kalau belum terungkap pelaku akan mengulangi pola-pola ini dikemudian hari," tambah Dedi.

Untuk itu, alat bukti yang cukup lah menjadi modal utama dan kini masih dicari. "Ketika penyidik mampu menemukan alat bukti cukup maka nanti merembet dengan rekam jejak masa lalu yang belum terungkap," sebut Dedi.

Sekadar informasi, sejak 31 Januari 2019 setidaknya ada 28 kasus pembakaran kendaraan di wilayah hukum Polda Jawa Tengah. Pembakaran itu terjadi di Kota Semarang, Kabupaten Semarang, Kabupaten Kendal, dan Kabupaten Grobogan.

Polisi hingga kini belum berhasil menangkap pelakunya. Namun selain Polda Jawa Tengah, Mabes Polri juga membentuk satuan tugas yang terdiri dari Bareskrim, Baintelkam, hingga Densus 88 Anti-teror. 

Sebanyak 1.200 personel dari Polda Jateng juga dikerahkan untuk mengawasi sejumlah wilayah agar kejadian pembakaran tidak terulang. 

Editor           : Erna Martiyanti
Reporter      : Desyinta Nuraini

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up