JawaPos Radar | Iklan Jitu

MA Tolak Kasasi Kasus Penipuan dan Pencucian Uang Bos First Travel

11 Februari 2019, 17:20:31 WIB
MA Tolak Kasasi Kasus Penipuan dan Pencucian Uang Bos First Travel
Mahkamah Agung (MA) menolak kasasi tiga terdakwa bos perjalanan umrah dan haji First Travel, yakni Andika Surachman, Anniesa Hasibuan, serta Kiki Hasibuan. (Dery Ridwansah/JawaPos.com)
Share this

JawaPos.com - Mahkamah Agung (MA) menolak kasasi tiga terdakwa bos perjalanan umrah dan haji First Travel. Mereka adalah pasangan suami istri, Andika Surachman dan Anniesa Hasibuan, serta Direktur Keuangan First Travel, Siti Nuraida Hasibuan alias Kiki Hasibuan.

"Tolak," tulis amar putusan kasasi yang dilihat di website MA, Senin (11/2).

Putusan itu telah dikeluarkan pada 31 Januari 2019 dengan nomor 3096 K/PID.SUS/2018. Putusan perkara Andika diputus oleh Hakim Agung Eddy Army, Hakim Margono, dan Hakim Andi Samsan Nganro.

Juru Bicara MA, Andi Samsan Nganro membenarkan MA telah memutus perkara penipuan jamaah First Travel dan pencucian uang yang menjerat tiga terdakwa tersebut. Dalam amar putusan, MA menolak permohonan kasasi JPU maupun penasihat hukum.

"Mahkamah Agung tingkat kasasi menolak kasasi terdakwa dan kasasi penuntut umum," ucap Andi.

Andi mengatakan, pertimbangan majelis hakim menolak kasasi karena barang bukti atau alasan lain dalam kasasi. Mereka pun sepakat dengan isi putusan Pengadilan Negeri Depok tentang aset First Travel yang dirampas negara.

"Pokoknya sama. Mahkamah Agung artinya menganggap bahwa baik alasan kasasi terdakwa, alasan kasasi penuntut umum itu tidak beralasan sehingga itu ditolak," ujar Andi.

Oleh karenanya, putusan tingkat kasasi menguatkan putusan tingkat banding dan putusan pengadilan tingkat pertama.

"Dengan ditolaknya kasasi itu berarti berlaku putusan sebelumnya, putusan Pengadilan Negeri yang dikuatkan putusan banding," tegasnya.

Sebelumnya, Pengadilan Tinggi Bandung menolak permohonan banding bos First Travel, Andika Surachman dan Anniesa Hasibuan. Keduanya dihukum masing-masing 20 tahun dan 18 tahun penjara dalam perkara penggelapan dan pencucian uang oleh majelis hakim Pengadilan Negeri Depok pada 30 Mei lalu.

Berdasarkan salinan putusan yang diunggah di situs Mahkamah Agung 27 Agustus 2018, putusan banding tersebut diketuk pada 15 Agustus lalu dengan nomor perkara 195/Pid/2018/PT.BDG. Majelis hakim yang menangani kasus tersebut adalah Arief Supratman sebagai ketua serta Ade Komaroddin dan Abdul Fattah sebagai anggota.

"Menguatkan putusan Pengadilan Negeri Depok Nomor 83/Pid.B/2018/PN.Dpk, tanggal 30 Mei 2018, yang dimintakan banding tersebut," demikian dikutip dari salinan tersebut.

Terdakwa terbukti melanggar Pasal 378 KUHP tentang Penipuan juncto Pasal 55 Ayat (1) ke-1 juncto Pasal 64 Ayat (1 )KUHP, serta Pasal 3 dan Pasal 5 Undang-undang Nomor 8 Tahun 2010 tentang Tindak Pidana Pencucian Uang.

Editor           : Estu Suryowati
Reporter      : Muhammad Ridwan

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up