JawaPos Radar | Iklan Jitu

Belajar Usut Korupsi di Sektor Privat, KPK Akan Kirim Tim ke Inggris

11 Februari 2019, 17:25:07 WIB
Rob Fenn
Wakil Duta Besar Inggris Rob Fenn saat datang ke gedung Komisi Pemberantasan Korupsi Senin (11/2). (Intan Piliang/JawaPos.com)
Share this

JawaPos.com - Wakil Duta Besar Inggris Rob Fenn datang ke gedung Komisi Pemberantasan Korupsi Senin (11/2). Kehadirannya untuk bertemu Pimpinan KPK guna membahas kerjasama terkait pencegahan korupsi. Salah satunya, mengenai Beneficial Ownership (kepemilikan sesungguhnya atau pengendali utama perusahaan).

Wakil Ketua KPK Laode M Syarif menyebut, pihaknya memang mengundang Rob. Sebab, kata dia, ada beberapa hal yang dibahas, seperti pencegahan korupsi maupun kerjasama pelatihan dengan pemerintah Inggris.

"Pelatihan yang berhubungan dengan Beneficial Ownership (BO) dan pelatihan terkait pengadaan barang melalui elektronik dan tentunya pelatihan pelatihan lain korupsi di private sektor," ucapnya di gedung merah putih KPK, Kuningan Persada, Jakarta Selatan.

Syarif mengatakan, pembahasan mengenai BO karena sesuai Peraturan Presiden (Perpres) No. 13/2018, mewajibkan perusahaan untuk mengumpulkan dan melaporkan informasi tentang BO kepada pihak berwenang. Rencananya akan ada beberapa penyelidik dan penyidik yang dikirim ke Inggris terkait BO ini.

"Beneficial Owner itu kita dukung bersama dengan KPK dan PPATK dan Inggris. Itu sudah lebih dari dua tahun dan presiden sudah menandatangani peraturan beneficial ini, jadi penyidik dan penyelidik KPK akan belajar ke Inggris," jelasnya.

Dalam kesempatan  yang sama, Wadubes Inggris Rob menyambut baik. Karena, negaranya memang menjadi yang pertama di dunia yang membentuk situs khusus BO. Bahkan, sebut dia, situs tersebut bisa diakses lebih dari dua miliar kali. Maka, Indonesia memang membutuhkan bantuan.

"Ini berarti para penjahat dan koruptor tidak dapat menyembunyikan hasil korupsi mereka mereka di tempat terpencil," ucapnya.

Sebagai tindak lanjut dari pertemuan ini, Rob mengatakan akan ada pertemuan dengan beberapa negara seperti Australia, Kanada, Amerika Serikat, Singapura guna mendukung kerjasama penegakan hukum.

"KPK akan mengirimkan delegasi ke London bulan depan, untuk memahami, menangani kasus korupsi dan mendukung investigasi Indonesia,"pungkasnya.

Editor           : Kuswandi
Reporter      : Intan Piliang

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up