alexametrics

Ahli Hukum Pidana dari UII Bersaksi untuk Eddy Sindoro

11 Februari 2019, 23:30:56 WIB

JawaPos.com – Saksi ahli hukum pidana dari Universitas Islam Indonesia (UII) Mudzakir dihadirkan dalam persidangan kasus dugaan suap yang menjerat terdakwa Eddy Sindoro, Senin (11/2). Mudzakir menjelaskan berbagai macam hal mulai dari niat pelaku melakukan tindak pidana, tindak pidana korporasi, hingga ke barang bukti dan alat bukti untuk kepentingan pembuktian di persidangan.

“Penyidik harus profesional dari awal sehingga mengonstruksi secara tepat,” katanya saat memberikan keterangan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta.

Tim penasihat hukum Eddy Sindoro menanyakan kepada Mudzakir soal pertanggungjawaban seseorang terhadap korporasi apabila melakukan suatu tindak pidana. “Tidak mempunyai jabatan lagi di perusahaan, tetapi diminta pertanggungjawaban?” tanya tim penasihat hukum Eddy Sindoro.

Lalu, Mudzakir menjelaskan, korporasi berbeda dari subjek hukum orang. Untuk pertanggungjawaban berada pada orang yang bertugas menjalankan korporasi atau dalam hal ini pengurus atau pejabat di jajaran direksi.

“Tidak tercatat tidak bisa bertindak untuk dan atas nama korporasi kecuali dapat surat kuasa khusus. Corporate abstrak, konkret orang. Siapa itu? Direksi dari suatu korporasi bertanggung jawab menjalankan kegiatan korporasi,” jelasnya.

Dalam perkara ini, Eddy Sindoro didakwa melakukan suap kepada panitera Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Pusat, Edy Nasution dengan uang sejumlah Rp 150 juta dan USD 50.000.

Uang tersebut digunakan Eddy untuk menunda aanmaning (teguran) terhadap PT Metropolitan Tirta Perdana untuk melawan PT Kwang Yang Motor (PT Kymco) di PN Jakarta Pusat. Selain itu, Edy juga disebut disuap agar menerima pendaftaran PK PT AAL.

Atas perbuatannya, Jaksa KPK mendakwa Eddy Sindoro melanggar Pasal 13 Undang-undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-undang Nomor 20 Tahun 2001 juncto Pasal 65 Ayat (1) juncto Pasal 55 Ayat (1) KUHP.

Editor : Estu Suryowati

Reporter : Muhammad Ridwan

Ahli Hukum Pidana dari UII Bersaksi untuk Eddy Sindoro