alexametrics

GP Ansor Minta Masyarakat Belajar dari Kasus Ferdinand Hutahaean

11 Januari 2022, 12:12:43 WIB

JawaPos.com – Ketua PP Gerakan Pemuda (GP) Ansor, Luqman Hakim mengatakan, pihaknya mengapresiasi langkah cepat dan tegas polisi memproses kasus yang melibatkan Ferdinand Hutahaean. Saat ini, Ferdinand Hutahaean telah menjadi tersangka dan ditahan oleh pihak kepolisian terkait kasus dugaan ujaran kebencian dan SARA yang menyebut ‘Allahmu lemah harus dibela’.

“Langkah cepat dan tegas polisi ini saya harapkan dapat memenuhi rasa keadilan masyarakat. Sehingga dapat dicegah potensi meluasnya kegaduhan publik yang dapat mengganggu ketentraman masyarakat,” ujar Luqman kepada wartawan, Selasa (11/1).

Wakil Ketua Komisi II DPR RI ini juga meminta kepada masyarakat untuk mempercayakan sepenuhnya penanganan kasus ini kepada polisi dengan tetap menjunjung tinggi asas praduga tak bersalah. Luqman mendukung polisi agar bertindak profesional dan transparan dalam menuntaskan kasus ini, demi tegaknya hukum yang berkeadilan.

“Selama proses hukum berjalan, secara khusus saya minta polisi memberi kesempatan kepada Ferdinand Hutahaean, yang merupakan seorang mualaf, untuk mendapat bimbingan agama Islam supaya yang bersangkutan dapat semakin mendalami dan melaksanakan ajaran dan syariat Islam,” katanya.

Luqman juga meminta kepada masyarakat menjadikan kasus Ferdinand Hutahaean ini sebagai pelajaran agar lebih berhati-hati dalam menggunakan media sosial. Jangan sampai membuat polemik yang memantik reaksi masyarakat.

“Mengajak kepada seluruh masyarakat untuk lebih bijaksana menggunakan media sosial agar kemajuan teknologi informasi dapat sungguh-sungguh menjadi sumbangan bagi perbaikan peradaban manusia, memperkuat solidaritas sosial dan persaudaraan sesama manusia, serta memperkokoh persatuan bangsa dan negara Indonesia,” ungkapnya.

Editor : Estu Suryowati

Reporter : Gunawan Wibisono

Saksikan video menarik berikut ini: