alexametrics

Anjing-anjing Liar Dibantai di Mandalika, Pakar: Keji! Ugal-ugalan!

11 Januari 2022, 16:56:21 WIB

JawaPos.com – Kawasan Mandalika, Nusa Tenggara Barat belakangan dihebohkan dengan ditemukannya mayat-mayat anjing liar. Berdasarkan hasil visum uji Laboratorium Forensik Universitas Airlangga, anjing-anjing malang tersebut rupanya tewas disiksa.

Psikolog Forensik Reza Indragiri Amriel mengatakan bahwa tindakan ini jelas tidak bisa dibenarkan. Pasalnya, anjing-anjing itu ditemukan tewas dengan luka bacok.

Menurut Reza, hal ini tetap sebuah perbuatan keji meskipun tujuannya adalah untuk pengendalian hewan liar .

“Pengendalian tersebut harus dilakukan dengan cara manusiawi dengan menimbulkan efek sakit seminimal mungkin bagi hewan. Bukan dengan cara ugal-ugalan yang kuat mengesankan sebagai pembantaian,” kata Reza, belum lama ini.

Reza pun berharap agar pihak kepolisian bisa segera membongkar-kasus sadis tersebut dengan pasal 302 KUHP tentang perlindungan satwa. “Saya pribadi justru merasa pilu membayangkan binatang-binatang yang tak berdosa itu dibantai dengan begitu keji dan dijadikan sebagai simbol tentang kematian dalam keadaan hina,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Animal Defenders Indonesia (ADI) Doni Herdaru Tona menambahkan bahwa setelah pihaknya membawa dua bangkai anjing di Mandalika ke Laboratorium Forensik Universitas Airlangga, mereka menemukan hasil yang mengejutkan.

“Ternyata salah satu bangkai anjing tersebut, mati dengan cara dihantam benda tajam pada rahang atas dan jeratan tali pada kaki depan. Bangkai yang satu lagi sudah terlalu hancur dan tidak bisa ditemukan penyebab kematiannya,” lanjutnya.

Doni pun menduga bahwa kematian anjing-anjing tersebut ada kaitannya dengan upaya mensterilkan area Sirkuit Mandalika yang kini sudah resmi menjadi gelanggang balap internasional. Terlepas apapun tujuannya Doni tetap menggarisbawahi bahwa hal ini adalah tindakan yang sangat keji.

“Perlu dicatat, anjing-anjing ini tidak mati dengan seketika. Ada darah yang terhirup masuk ke kerongkongan dan bagian tubuh lainnya,” kata Doni.

Editor : Banu Adikara

Saksikan video menarik berikut ini:



Close Ads