JawaPos Radar | Iklan Jitu

Polri Bentuk Tim Gabungan Usut Kasus Novel

Haris Azhar: Ini Mirip dengan Tim-tim Sebelumnya, Dominan Polisi

11 Januari 2019, 18:44:49 WIB
Haris Azhar
Tim Kuasa Hukum Novel Baswedan Haris Azhar, saat diwawancarai awak media (Dok.JPNN/Jawa Pos Group)
Share this

JawaPos.com - Meski pihak kepolisian tengah membentuk tim gabungan guna menuntaskan perkara penyiraman air keras yang menimpa Novel Baswedan, namun hal itu tak membuat tim pengacara Novel senang. Mereka justru masih menyangsikan pembentukan tim gabungan yang masih didominasi unsur dari pihak korps bhayangkara.

Tim pembela Novel, Haris Azhar menilai, tim gabungan tersebut tidak jauh berbeda dengan nama-nama  tim yang pernah dibentuk oleh Polri sebelumnya, namun belum juga menemukan titik terang.

"Selamat buat Polri yang sudah membuat SK tersebut tersebar. Tapi sayangnya, ini tidak cukup. Ini mirip dengan tim-tim sebelumnya dominan polisi," tegasnya.

"Justru, selama ini tim seperti ini sudah dapat stempel zero hasil. Memang ada nama-nama baru Hendardi, Ifdhal Kasim, Nurkholis, Poengky, tapi ini tim nama-nama sisipan saja dalam 'rumah lama' yang tidak pernah berbuah kerja," jelasnya.

Oleh karena itu kata Haris, tim ini tidak bisa disebut Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF). Sebab, alur TGPF sendiri yakni presiden yang meminta kapolri membentuk TGPF dan bekerja sesuai hasil temuan.

"Tim ini hanya ada sedikit tambahan pemanis. Seolah merespons laporan Komnas HAM. Lihat saja nanti hasilnya, paling menyalahkan Novel lagi difitnah tidak mau kooperatif diperiksa," ketusnya.

"Aneh, kok seolah bekerja pas mau Debat. Saya khawatir dibentuk tim ini, hanya untuk menyediakan jawaban buat Jokowi saat debat. Hahahaha lucunya pilpres!!!," pungkasnya.

Sebelumnya, Kepolisian Republik Indonesia membuat tim gabungan dan penyidikan untuk membongkar kasus penyiraman air keras yang menimpa penyidik KPK Novel Baswedan. Kapolri Jenderal Tito Karnavian pun turut menjadi penanggung jawab atas pembentukannya.

Selain nama Kapolri, di surat tugas Nomor Sgas/3/I/Huk.6.6./2019 tertanggal 8 Januari 2019 itu, ada pula nama Wakapolri Komjen Pol Ari Dono Sukmanto selaku wakil penanggung jawab. Juga Irwasum Komjen Putut Eko Bayuseno, Kabareskrim Komjen Arief Sulistyanto, dan Kadivpropam Irjen Listyo Sigit Prabowo yang bertugas memberikan asistensi.

Adapun tim ini diketuai Kapolda Metro Jaya Irjen Idham Aziz dan wakilnya, Karobinops Bareskrim Polri Brigjen Nico Afinta. Lalu, Brigjen Wahyu Diningrat selaku Kasubdit Analisis dan Evaluasi, Irjen Dedi Mohammad Iqbal sebagai Kasubdit Humas.

Editor           : Kuswandi
Reporter      : Intan Piliang

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up