Respons Mabes Polri Soal Dugaan Gas Air Mata Kadaluarsa di Kanjuruhan

10 Oktober 2022, 15:22:19 WIB

JawaPos.com – Mabes Polri tengah menyelidiki temuan Komnas HAM perihal penggunaan gas air mata kedaluwarsa dalam tragedi Kanjuruhan Malang. Temuan penggunaan gas air mata kedaluwarsa disebut Komnas HAM menjadi penyebab banyaknya korban berjatuhan hingga meninggal dunia dalam tragedi Kanjuruhan Malang.

“Komitmen Kapolri untuk usut tuntas kasus Kanjuruhan,” kata Kabag Penum Divhumas Polri Kombes Nurul Azizah saat dihubungi, Senin (10/10).

Kombes Nurul belum bisa membeberkan hasil temuan Komnas HAM terkait adanya dugaan penggunaan gas air mata ini. Sebab saat ini tim di lapangan masih terus bekerja mengusut tuntan kasus tragedi Kanjuruhan Malang tersebut.

“Tim masih bekerja. Jika ada perkembangan akan di update,” pungkasnya seperti dikutip PojokSatu (Jawa Pos Group).

Sebelumnya, muncul dugaan gas air mata kedaluwarsa yang digunakan dalam tragedi Arema pada Sabtu, 1 Oktober 2022 menjadi salah satu yang akan dicermati Komnas HAM.

Dugaan penggunaan gas air mata kedaluwarsa itu menjadi penyebab banyaknya korban atas tragedi tersebut. Sebab akibat dari gas kedaluwarsa itu diduga seseorang akan sulit bernapas, mual, muntah hingga iritasi kulit.

“Penyebab banyaknya kematian itu penting. Kalau melihat dinamikanya, memang gas air mata lah yang menjadi pemicu utama korban berjatuhan,” kata Komisioner Komnas HAM, Choirul Anam beberapa hari lalu soal gas air mata kedaluwarsa di tragedi Kanjuruhan Malang.

Editor : Bintang Pradewo

Saksikan video menarik berikut ini:



Close Ads