alexametrics

Wiranto Ditikam, PBNU Khawatir Bakal Ada Aksi Teror Lanjutan

10 Oktober 2019, 21:56:52 WIB

JawaPos.com – Penyerangan terhadap Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam), Wiranto adalah tindakan biadab terhadap institusi negara. Itu diungkapkan oleh Bendahara Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Nasyirul Falah Amru.

Menurut Falah, sebagai Menko Polhukam, Wiranto adalah representasi institusi negara. Karena itu, penyerangan itu tidak bisa dianggap sebagai tindakan kriminal biasa.

“Saya justru melihat radikalisme yang ada saat ini sudah amat sangat serius merusak Pancasila. Saatnya sekarang Pemerintah melawan balik,” tegas pria yang akrab disapa Gus Falah itu kepada JawaPos.com, Kamis (10/10).

Bahkan, Gus Falah juga mengaku khawatir penyerangan terhadap Wiranto, bisa saja akan disusul penyerangan pada institusi negara yang lainnya. Sehingga hal ini tidak bisa didiamkan oleh aparat kepolisian.

“Penyerangan kepada Pak Wiranto adalah bentuk kebiadaban. Ini tidak bisa dibiarkan dan jangan sampai ada aksi susulan,” katanya.

Karena itu, Gus Falah yang juga politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) ini menegaskan, sudah waktunya pemerintah memberikan pemahaman Pancasila secara lebih masif.

“Selain itu, penyebaran hoax harus bisa disetop dengan cepat oleh Kemenkominfo,” tegasnya.

Seperti diketahui, Menko Polhukam Wiranto ditusuk seorang pria saat melakukan kunjungan kerja ke Pandeglang, Banten, pada Kamis siang (10/10). Pelaku, didentifikasi sebagai anggota Jamaah Ansharut Daulah (JAD).

Wiranto diserang sesaat setelah keluar dari dalam mobilnya. Saat menyalami polisi yang menyambutnya, mendadak ada seorang pria pembawa senjata tajam yang muncul dari samping dan berusaha menyerang Wiranto.

Karopenmas Polri Brigjen Dedi Prasetyo mengatakan pelaku ada dua orang. Mereka diduga kuat terpapar ideologi teroris ISIS. Adapun Wiranto mengalami dua luka tusukan pada bagian perut dan dirujuk ke RSPAD Gatot Subroto untuk mendapat perawatan.

Editor : Dimas Ryandi

Reporter : Gunawan Wibisono



Close Ads