JawaPos Radar

Kenal Sebagai 'Orang Lurus', Mahfud MD Sebut Hoaks Tito Terima Suap

10/10/2018, 13:38 WIB | Editor: Bintang Pradewo
Kenal Sebagai 'Orang Lurus', Mahfud MD Sebut Hoaks Tito Terima Suap
Mahfud MD mengenal sosok Kapolri Jendral Tito Karnavian sebagai orang yang lurus (Dery Ridwansah/JawaPos.com)
Share this

JawaPos.com - Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Mahfud MD tak percaya dengan tulisan Indonesialeaks yang mengatakan Kapolri Jenderal Tito Karnavian menerima suap. Dia menilai isi dalam tulisan tersebut adalah berita bohong. Karena dia menilai sosok Tito sebagai orang yang lurus.

"Saya anggap itu hoaks aja tuh. Saya nggak percaya gitu sama," ujarnya kepada wartawan, Rabu (10/10).

Alasannya menurut Mahfud, itu bukan hasil pemeriksaan resmi dan tanpa adanya pihak yang melapor. "Jadi tidak bisa yang begitu dikomentari, itu nggak bagus bagi perkembangan hukum. Kecuali ada pelapornya," tutur mantan ketua Mahkamah Konstitusi itu.

Untuk itu dia menilai hal ini tak perlu ditanggapi. "Saya yang konkrit saja lah. Kalau itu nggak konkrit. Kaya wikileaks, saya juga nggak pernah komentari. Artinya saya nggak mau tau isinya bener apa nggak," sebut Mahfud.

Sementara itu, dia menilai Tito sendiri merupakan sosok yang baik dan tidak menyimpang seperti yang disebutkan Indonesialeaks. "(Dia) teman saya. Baik. Orangnya lurus. Oleh karena itu saya nggak mempercayai hal-hal gitu. Itu tidak baik bagi jurnalis ya," pungkas Mahfud.

Sekadar informasi, Indonesialeaks menyebut Kapolri menerima uang sejumlah Rp 1 miliar dari penanganan kasus suap impor daging. Adapun kasus suap impor daging itu terungkap setelah KPK menangkap Patrialis Akbar pada awal 2017 lalu. Dia dituduh menerima suap dari importir daging, Basuki Hariman untuk memenangkan uji materi UU 14/2014 tentang Peternakan dan Kesehatan Hewan. 

Dalam kasus ini, Patrialis divonis hukuman delapan tahun penjara. Sementara Basuki dijatuhi hukuman tujuh tahun penjara. Sedangkan anak buah Basuki, Ng Fenny dihukum lima tahun penjara. 

Namun kasus suap impor daging ini merembet ke beberapa pejabat. Saat KPK menggeledah kantor Basuki, ditemukan buku catatan pengeluaran atas nama PT Panorama Indah Sejati, salah satu perusahaan Basuki. 

Di buku tersebut tercatat aliran dana yang ditujukan ke beberapa orang yang diduga pejabat negara seperti di kepolisian, bea cukai, hingga kementerian. Termasuk Tito Karnavian yang kala itu menjabat sebagai Kapolda Metro Jaya.

(dna/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up