JawaPos Radar

ICW: Bawaslu Tak Punya Taring Usut Dugaan Mahar Politik Sandiaga

10/09/2018, 15:30 WIB | Editor: Estu Suryowati
ICW: Bawaslu Tak Punya Taring Usut Dugaan Mahar Politik Sandiaga
Sandiaga S Uno terlibat dugaan mahar politik di Pilpres 2019. (Desyinta Nuraini/JawaPos.com)
Share this image

JawaPos.com - Peneliti Indonesia Corruption Watch (ICW) Donald Fariz menilai Badan Pengawas Pemilihan Umum RI (Bawaslu) tak serius mengusut dugaan politik uang (money politic) yang melibatkan Sandiaga S Uno, Partai Amanat Nasional (PAN), dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS).

"Setengah triliun politik uang untuk pencapresan, tapi Bawaslu tidak punya taring (untuk mengusutnya)," kata Donald di kantor DPP PSI, Jakarta Pusat, Senin (10/9).

Menurut Donald, ketidakseriusan Bawaslu itu tampak dari proses pengusutan yang hanya mengandalkan kesaksian dari Andi Arief. Sementara Andi tidak memenuhi panggilan pemeriksaan Bawaslu.

"Menurut saya, Bawaslu belum menunjukan sikap serius terkait politik uang pada pencalonan presiden dan wakil presiden 2019," tegas Donald.

Lebih lanjut Donald menengarai, tumbuh suburnya praktik korupsi berawal dari proses demokrasi yang tidak diawasi dengan benar. Misalnya, permisifnya para penyelenggara pemilu terhadap dugaaan pelanggaran seperti kasus Sandi.

"Kita itu sering dengar politik mahal karena mahar, nihil dengan politik uang Pilkada dan Pilpres," pungkasnya.

Sebelumnya, Bawaslu menyatakan kasus adanya dugaan mahar politik oleh Sandiaga Uno kepada PAN dan PKS tidak dapat dibuktikan secara hukum.

Ketua Bawaslu Abhan menyebut, salah satu pertimbangan Bawaslu menyatakan kasus ini tidak memenuhi unsur pelanggaran karena keterangan saksi-saksi yang diajukan pelapor hanya mengandalkan keterangan dari orang lain (testimonium de auditu). Saksi tak berada di lokasi saat peristiwa berlangsung.

Terdapat tiga orang saksi yang seharusnya diperiksa. Namun, Andi Arief, salah satu saksi, tiga kali mangkir dari undangan Bawaslu. Andi sedianya diminta memberikan klarifikasi atas cuitannya di media sosial Twitter, saat kasus ini pertama kali mengemuka.

"Ketidakhadiran Andi Arief memenuhi undangan Bawaslu menjadikan laporan ini tidak mendapatkan kejelasan," kata Abhan.

(rdw/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up