alexametrics

Anita Kolopaking Ajukan Praperadilan, Polri: Silahkan Saja Diuji Sah dan Tidaknya Penahanannya

10 Agustus 2020, 11:15:22 WIB

JawaPos.com – Pengacara Anita Kolopaking memutuskan menempuh jalur praperadilan dalam kasus Surat Jalan fiktif Djoko Tjandra. Dia menolak dilakukan penahanan karena merasa telah mengikuti prosedur hukum selama proses penyidikan.

Menanggapi itu, Kadiv Humas Polri Irjen Pol Argo Yuwono tak mempersoalkan langkah Anita menempuh praperadilan. Itu memang hak setiap orang yang ditetapkan sebagai tersangka.

“Kalau memang tidak terima dengan penahanan silahkan saja diuji sah tidaknya penahanan di sidang praperadilan,” kata Argo saat dikonfirmasi, Senin (10/8). Mantan Kabid Humas Polda Metro Jaya itu menyampaikan, keputusan melakukan penahanan telah melalui pertimbangan matang penyidik. “Penahanan kewenangan penyidik,” jelas Argo.

Baca juga: Seret Brigjen Prasetijo, Peran Anita Kolopaking di Kasus Surat Jalan

Sebelumnya, Anita Kolopaking ditetapkan penyidik Bareskrim Polri sebagai tersangka Surat Jalan Djoko Tjandra. Kadiv Humas Polri Irjen Pol Argo Yuwono mengatakan, penyidik telah melakukan gelar perkara kasus tersebut pada Senin (27/7) lalu. Penyidik kemudian mendapatkan barang bukti yang cukup untuk menaikan status hukum Anita.

“Hasil gelar perkara tersebut kesimpulannya adalah menaikan status saudari Anita Dewi Kolopaking jadi tersangka,” kata Argo di Bareskrim Polri, Jakarta, Kamis (30/7).

Dalam perkara ini, penyidik sudah memeriksa 23 orang saksi. Terdiri dari 20 saksi di Jakarta, dan 3 saksi di Pontianak. Adapun barang bukti yang dimiliki penyidik yaitu Surat Jalan dan Surat Bebas Covid-19 Djoko Tjandra, serta surat Kejaksaan Agung terkait status hukum Djoko Tjandra.

Usai diambil Berita Acara Pemeriksaan (BAP), penyidik memutuskan langsung melakukan penahanan kepada Anita. Penahanan dilakukan selama 20 hari terhitung dari 8 Agustus 2020. Anita ditempatkan di Rutan Bareskrim Polri.

Baca juga: Tiga Alasan Polri Langsung Tahan Anita Kolopaking

 

Saksikan video menarik berikut ini:

Editor : Kuswandi

Reporter : Sabik Aji Taufan




Close Ads