JawaPos Radar

Rutan Brimob yang Katanya Aman bagi Ahok, tapi Kini Malah Kebobolan

10/05/2018, 15:09 WIB | Editor: Estu Suryowati
Rutan Brimob yang Katanya Aman bagi Ahok, tapi Kini Malah Kebobolan
Bentrokan di Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat yang terjadi Selasa (8/5) malam menewaskan enam orang. (Issak Ramadhan/JawaPos.com)
Share this

JawaPos.com - Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Menkumham) Yasonna H Laoly perlu ‎mengevaluasi keberadaan rumah tahanan (rutan) di Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat. Hal ini ditegaskan oleh Anggota Komisi III DPR Aboe Bakar Alhabsyi menyusul adanya bentrokan antara aparat kepolisian dan para narapidana terorisme, pada Selasa (8/5) malam hingga Rabu (9/5) dini hari.

‎"Jika perlu, dievaluasi secara menyeluruh mengenai keberadaan rutan tersebut. Apakah memang masih layak untuk dipertahankan apa tidak," ujar Aboe Bakar saat dihubungi, Kamis (10/5).

Aboe Bakar menambahkan, ‎logikanya, tingkat keamanan Rutan Mako Brimob pasti cukup tinggi. Bahkan publik juga pasti ingat alasan terpidana penodaan agama mantan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahja Purnama (Ahok) ditempatkan di rutan tersebut.

Rutan Brimob yang Katanya Aman bagi Ahok, tapi Kini Malah Kebobolan
Lokasi sekitar Mako Brimob sudah steril, pada Kamis (10/5) pagi. (Dery Ridwansah/JawaPos.com)

Alasannya, tak lain lantaran tingkat keamanan Rutan Mako Brimob yang sudah terjamin. "Karena hal itu (tingkat keamanan) yang dijadikan alasan untuk tetap menempatkan Ahok di sana. Hal ini tentunya perlu dijelaskan oleh Polri secara khusus kepada Komisi III sebagai bentuk fungsi pengawasan," tegasnya.

‎Selain itu, politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini juga meminta Polri juga memberikan penjelasan ke publik berkaitan dengan berbagai berita yang beredar. Misalkan terkait para narapidana yang bisa melakukan live video dari dalam rutan saat bentrokan berlangsung.

"Dengan klarifikasi yang jelas, diharapkan akan bisa menangkal kabar hoax yang beredar di masyarakat," tegasnya.

Sekadar informasi, kerusuhan yang berujung penyanderaan polisi oleh para narapidana kasus terorisme di Mako Brimob telah berakhir pada Kamis (10/5). Para narapidana pun bakal dipindahkan ke Lapas Nusakambangan. Insiden tersebut mengakibatkan meninggalnya lima orang polisi dan seorang narapidana kasus terorisme.

(ce1/gwn/JPC)

Alur Cerita Berita

Keluarga Beny Syamsu Gelar Pengajian 10/05/2018, 15:09 WIB
Lihat semua

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up