alexametrics

Komentar Mantan Kepala BNN soal Hasil Tes Narkoba Andi Arief

Rehabilitasi, Tidak Bisa Pakai, Bisa Sembuh
10 Maret 2019, 09:00:09 WIB

JawaPos.com – Tes narkotika terhadap Andi Arief di Rumah Sakit Ketergantungan Obat (RSKO) Cibubur dinyatakan negatif. Kendati begitu, tak berarti Andi Arief sama sekali tidak menjadi pengguna. Memang ada kondisi saat zat narkotika tidak terbaca oleh berbagai tes narkotika.

Kabaghumas Badan Narkotika Nasional (BNN) Kombespol Sulistyo Pudjo Hartono menuturkan bahwa setelah mengonsumsi narkotika, seorang pengguna memiliki batas waktu untuk menjalani tes. Ada masa ketika zat narkotika di tubuh tidak terbaca. “Baik di darah, urine, maupun rambut,” ujarnya.

Untuk tes narkotika di darah, sehari atau dua hari setelah penggunaan, zat narkotikanya bisa terbaca. Tidak bisa lebih dari dua hari. Lalu, untuk tes urine, batas waktunya tiga hari. “Kalau lebih dari tiga hari tidak terbaca. Yang paling lama itu rambut, bisa bertahan hingga lima hari,” paparnya.

Komentar Mantan Kepala BNN soal Hasil Tes Narkoba Andi Arief
Andi Arief ditangkap di hotel karena diduga mengkonsumsi narkoba. (Istimewa)

Meski begitu, tak berarti Andi tidak menggunakan narkotika dan terbebas dari kewajiban rehabilitasi. Menurut dia, dalam penggerebekan Bareskrim, Andi memang menggunakan narkotika. “Rehabilitasi itu bukan soal menggunakan atau tidak, tapi ketergantungannya,” ujar dia.

Apalagi, dari hasil assessment diketahui bahwa Andi sudah cukup lama menggunakan narkotika. Dengan tes medis atau pengamatan fisik itulah kesimpulannya. “Makanya rehabilitasi,” terangnya.

Menurut dia, rehabilitasi tersebut merupakan kebutuhan Andi dan keluarga. Dengan begitu, rehabilitasi sebaiknya dijalankan dengan baik. Pengawasan untuk menjalankan rehabilitasi tersebut ada di RSKO. “Demi kesehatan Pak Andi sendiri ini,” ujarnya.

Sementara itu, mantan Kepala BNN Komjen (pur) Anang Iskandar menuturkan, rehabilitasi tersebut justru sebenarnya merupakan hukuman yang berat bagi pengguna narkotika. Sebab, dia harus melawan ketergantungan. “Jangan dipandang rehabilitasi ini seperti lolos hukuman,” ujarnya.

Kalau dipenjara, pengguna itu justru akan bisa melanjutkan untuk mengonsumsi narkotika. Sudah jadi rahasia umum bahwa napi sering kali tertangkap menggunakan narkotika. Bahkan, mengedarkan narkotika. “Rehabilitasi yang paling tepat, tidak bisa pakai dan bisa sembuh,” jelasnya.

Belum lagi, masalah overkapasitas penjara yang selama ini disebabkan pengguna yang justru dibui. 

Editor : Ilham Safutra

Reporter : (idr/c10/git)

Alur Cerita Berita

Lihat Semua


Close Ads
Komentar Mantan Kepala BNN soal Hasil Tes Narkoba Andi Arief