alexametrics

Personel dan Pimpinan KPK Diteror, Novel Minta Jokowi Bentuk TGPF

10 Januari 2019, 15:50:22 WIB

JawaPos.com – Penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan angkat bicara terkait penyerangan teror bom rakitan kepada dua pimpinan KPK, Agus Rahardjo dan Laode M. Syarief. Dia menilai, Presiden Joko Widodo harus segera mendesak Kapolri Jenderal Tito Karnavian untuk membongkar aktor intelektual pelaku penyerangan teror.

“Semakin lama semakin meningkat, tentu ini menjadi perhatian. Kita berharap, semoga bapak presiden mau mendesak Polri, untuk mengungkap ini semua,” kata Novel di Gedung PN Jakarta Pusat, Kamis (10/1).

Novel yang juga korban teror menyebut, meminta aparat penegak hukum khususnya Polri untuk dapat mengungkap semua serangan terhadap personel KPK.

“Kita khawatir apabila dibiarkan semakin lama semakin jadi,” ucapnya.

Menurut Novel, seharusnya Presiden Jokowi mempunyai kewenangan untuk membentuk Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF). Hal ini dilakukan untuk menuntaskan siapa aktor penyerangan dirinya dan pelaku teror lainnya yang juga menimpa anggota KPK.

“Apabila presiden mau membentuk TGPF, nah itu bisa diungkap dengan melibatkan semua kalangan untuk bisa membantu pengungkapan itu,” paparnya.

Sebelumnya, dua pimpinan KPK mendapat ancaman teror pada Rabu (9/1) kemarin. Di rumah Agus Rahardjo, pihak kepolisian menemukan bom pipa rakitan yang ditaruh dalam tas dicantolkan ke pagar. Sementara di rumah Laode M. Syarief ditemukan dua bom molotov, satu pecah yang lainnya gagal meledak.

Editor : Kuswandi

Reporter : Muhammad Ridwan


Close Ads
Personel dan Pimpinan KPK Diteror, Novel Minta Jokowi Bentuk TGPF