alexametrics

Zul Zivilia Dituntut Hukuman Seumur Hidup

9 Desember 2019, 22:41:31 WIB

JawaPos.com – Setelah sekitar tujuh kali ditunda, pembacaan tuntutan terhadap terdakwa Zul Zivilia terkait kasus narkoba akhirnya dibacakan oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) dalam sidang lanjutan yang digelar di PN Jakarta Utara, pada Senin (9/12). Jaksa menuntut supaya majelis hakim menjatuhkan hukuman seumur hidup pada Zul.

Jaksa dalam tuntutannya meyakini bahwa Zul sebagai pengedar narkoba, bukan hanya pemakai. Keyakinan jaksa penuntut umum ini berdasarkan banyaknya barang bukti yang ditemukan.

“Memohon agar majelis hakim menghukum terdakwa Zulkifli bin Jamaluddin seumur hidup dengan tetap ditahan” kata Jaksa Fedrik Adhar ketika membacakan tuntutannya pada Zul di PN Jakarta Utara, Senin (9/12).

Sementara terhadap teman Zul yang bernama Rian, Jaksa menuntutnya dengan hukuman mati. “Menuntut majelis hakim menjatuhkan pidana terhadap terdakwa Rian dengan pidana mati,” ucap Fedrik Adhar lebih lanjut.

Jaksa menilai suami Retno Paradina tersebut tidak mematuhi program pemerintah untuk melakukan perang terhadap narkoba. Jaksa menuntut Zul Zivilia dengan Pasal 114 Ayat (2) juncto Pasal 132 Ayat (1) Undang-undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

Mendengar tuntutan yang dibacakan Jaksa, Zul terlihat lesu di kursi pesakitan. Namun saat diminta komentar oleh awak media, Zul mengaku tidak kecewa atas tuntutan Jaksa terhadapnya.

Pelantun Aishiteru tersebut mengatakan masalah ini sudah menjadi bagian dari takdirnya. “Tidak, saya tidak kecewa. Ini sudah takdir, sudah diatur (oleh Tuhan),” ucapnya.

Zul mengaku dirinya telah memasrahkan sepenuhnya kasus ini kepada Andi Bahtiar Effendy untuk menyampaikan pembelaan dalam sidang pledoi. Zul mengungkapkan, apapun hasil putusan hakim nanti, dia berusaha untuk menerimanya.

Sementara itu, Andi Bahtiar, pengacara sekaligus mertua Zul Zivilia mengatakan, dugaan bahwa kliennya sebagai pengedar narkoba tidak terbukti di persidangan. Yang terbukti justru Zul sebagai pengguna narkoba berdasarkan hasil tes urine.

Namun sayangnya Pasal 127 tidak dimasukkan dalam dakwaan Jaksa sehingga pasal itu tidak mungkin digunakan majelis hakim. “Yang terbukti itu Pasal 131, yaitu adanya tindak pidana narkotika. Sebenarnya itu (Zul positif narkoba) yang terbukti. Tapi kan itu tidak dilaporkan,” ungkap Andi.

Seperti diketahui, Zul Zivilia bersama temannya diamankan petugas kepolisian di salah satu apartemen di bilangan Kelapa Gading, Jakarta Utara, awal 2019. Dari tangan mereka, polisi mengamankan barang bukti berupa narkoba jenis sabu seberat 9,54 kilogram dan pil ekstasi sebanyak 24.000 butir.

Editor : Estu Suryowati

Reporter : Abdul Rahman


Close Ads