JawaPos Radar

Dokter Sidik Ogah Beberkan Penyidikan Operasi Plastik Ratna Sarumpaet

09/10/2018, 16:41 WIB | Editor: Bintang Pradewo
Dokter Sidik Ogah Beberkan Penyidikan Operasi Plastik Ratna Sarumpaet
Ratna Sarumpaet dan Pengacaranya Samuel Lengkey saat konferensi pers terkait klarifikasi dan somasi kepada Dishub DKI Jakarta, di Jalan Sabang, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (9/4). (Mifathul Hayat/ Jawa Pos)
Share this

JawaPos.com - Penyidik Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya memeriksa Dokter Rumah Sakit Khusus Bina Estetika terkait kasus hoax yang disebarkan Ratna Sarumpaet. Namun, usai pemeriksaaan Dokter Sidik Setiamihardja enggan berkomentar soal pemeriksaan yang dilakukan oleh penyidik.

Dia langsung bergegas masuk ke mobil usai diperiksa penyidik. Saat ditanyakan soal pemeriksaan ia mengaku tak bisa membeberkannya pada awak media. "Enggak boleh keluar (data operasi plastik), saya enggak boleh bicara," kata Sidik di Mapolda Metro Jaya, Selasa (9/10).

Dokter Sidik lebih memilih diam saat dicecar awak media. Saat ditanyakan perihal apapaun Sidik tetap tidak menjawab. "Enggak tahu, pokoknya saya enggak boleh bicara," ucapnya.

Dokter Sidik Ogah Beberkan Penyidikan Operasi Plastik Ratna Sarumpaet
Cerita kebohongan Ratna Sarumpaet (Rofiah Darajat/JawaPos.com)

Sementara itu, Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Argo Yuwono menjelaskan pihak kepolisian masih terus mencari tahu apakah ada tindakan medis yang dilakukan dokter terhadap Ratna di sana pada tanggal 21 September 2018. Sebab, pada pemeriksaan lalu pihak kepolisian tak dapat apa-apa lantaran pihak RS enggan membeberkan apapun karena tak ada surat perintah dari pengadilan.

"Artinya bahwa apakah pada saat tersangka Bu Ratna itu ke rumah sakit, apakah ada konsultasi atau tindakan medis, dan sebagainya. Kita lakukan seperti itu," ujar Argo.

Ratna ditangkap polisi, Kamis 4 Oktober 2018 malam di Bandara Soekarno Hatta saat hendak bertolak ke Cile. Ratna ditangkap atas kasus dugaan penyebaran berita bohong atau hoax terkait penganiayaan terhadapnya. Dia disangkakan dengan Pasal 14 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana dan Pasal 28 jo Pasal 45 Undang-Undang ITE. Atas kasus tersebut, Ratna terancam 10 tahun penjara.

(dna/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up