alexametrics

Maqdir Klaim Tak Ada Uang yang Disita dari Juliari Batubara

9 Agustus 2021, 10:00:58 WIB

JawaPos.com – Mantan Menteri Sosial (Mensos) Juliari Batubara akan menjalani sidang dengan agenda pembacaan nota pembelaan atau pledoi pada Senin (9/9). Juliari Batubara sebelumnya telah dituntut pidana 11 tahun penjara dan denda Rp 500 juta subsider enam bulan kurungan oleh jaksa penuntut umum (JPU) pada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Tim kuasa hukum Juliari Batubara, Maqdir Ismail menyesalkan tuntutan 11 tahun penjara terhadap kliennya tersebut. Sebab tidak ada uang dugaan suap pengadaan bantuan sosial (bansos) penanganan Covid-19 yang disita dari kliennya.

“Bahwa yang sudah pasti menerima uang itu adalah Matheus Joko Santoso seperti diterangkan Harry Van Sidabukke dan Adrian Maddanatja, misalnya membeli rumah untuk istri mudanya di Cakung,” kata Maqdir, Senin (9/9).

Maqdir menjelaskan, uang senilai Rp 14,5 miliar disita dari rumah istri Matheus Joko Santoso yang berlokasi di Bandung, Jawa Barat. Dia juga menduga, uang itu di dapat dari rumah teman kencan Matheus Joko, Daning Saraswati di Jakarta.

“Sebagaimana diterangkan oleh saksi Sanjaya dan saksi Wan M Guntar dan Matheus Joko Santoso, dari jumlah uang yang disita tersebut berasal dari pengambilan uang dari rekening PT. Rajawali Prama Indonesia di BRI KC Kramat pada 3 Desember Rp. 5,700.000.000 dan 4 Desember 2020 sebesar Rp 2.360.000.000,” beber Maqdir.

Dia menyesalkan, dalam surat tuntutan, justru uang tersebut digunakan sebagai barang bukti untuk membenarkan fakta hukum. Padahal uang itu, diterima Matheus Joko Santoso dari sejumlah vendor.

Editor : Kuswandi

Reporter : Muhammad Ridwan

Saksikan video menarik berikut ini: