JawaPos Radar

Sudah Tuntas, CBC Curiga Kasus BLBI Digoreng Lagi

09/07/2018, 12:06 WIB | Editor: Dimas Ryandi
Deni Daruri
Presiden Direktur Center of Banking Crisis (CBC) Ahmad Deni Daruri mempertanyakan penanganan kasus Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Lantaran, perkara ini sudah tuntas dan inkracht. (ist/JawaPos.com)
Share this

JawaPos.com - Presiden Direktur Center of Banking Crisis (CBC) Ahmad Deni Daruri mempertanyakan penanganan kasus Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Lantaran, perkara ini sudah tuntas dan inkracht

"BLBI sebetulnya sudah selesai. Baik secara keuangan, hukum dan politik. Antara penerima BLBI dan pemerintah, legislatif atau yudikatif. Termasuk dengan lembaga hukum negara lainya.  Jadi sudah inkracht. Sekarang kok digoreng-goreng lagi," kata Deni dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Senin (9/7).

Deni juga menuturkan, kucuran dana BLBI merupakan inisiatif pemerintah di masa lalu. Tujuannya saat itu untuk menyelamatkan perbankan serta mengurangi resiko sistemik akibat krisis keuangan dunia pada waktu itu.

Karena itu, lanjut Deni, jika masih ada lembaga negara  yang mempersalahkan kembali masalah BLBI itu bentuk penghianatan terhadap negara yang telah menyelesaikan seluruh masalah BLBI.

"Saya pikir upaya itu perlu dicurigai ada motif untuk memperkaya diri sendiri dan motif politik," katanya

Sebelumnya, Mantan Ketua KKSK periode 2000-2001, Rizal Ramli menilai ada keganjilan dalam penangangan mega skandal BLBI. Karena hanya menetapkan mantan Ketua BPPN Syafruddin A Temenggung sebagai terdakwa dalam perkara penerbitan Surat Keterangan Lunas (SKL) terkait BLBI.

"Jadi menurut saya agak ajaib kasus ini. Kok hanya berhenti di level ketua BPPN. Harusnya sampai level di atas-atas, yang selama ini selalu sembunyi," kata Rizal. 

(dms/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up