JawaPos Radar

Saksi Sebut Sjamsul Nursalim Belum Penuhi Perjanjian MSAA

09/07/2018, 16:03 WIB | Editor: Kuswandi
Sidang SKL BLBI
Mantan Kepala Divisi Litigasi Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN) Robertus Bilitea, saat bersaksi di ruang sidang PN Tipikor Jakarta, Senin (9/7) (Ridwan/JawaPos.com)
Share this image

JawaPos.com - Mantan Kepala Divisi Litigasi Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN) Robertus Bilitea menyatakan, Direktur Utama PT Gajah Tunggal Sjamsul Nursalim belum memenuhi kewajibannya sesuai perjanjian Master Settlement Acquisition Agreement (MSAA).

Demikian dilontarkan Robertus saat bersaksi untuk terdakwa Surat Keterangan Lunas (SKL) terhadap obligor Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI) Syafruddin Arsyad Temanggung.

"Saudara Sjamsul Nursalim belum memenuhi sepenuhnya, beberapa kewajiban kepada BPPN melalui MSAA, antara lain yang saya ingat pemenuhan pembayaran Rp 1 triliun belum dibayar tuntas," kata Robertus di Pengadilan Negeri Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), Jakarta Pusat, Senin (9/7).

Hal itu diketahui Robertus saat menelisik kewajiban yang harus dipenuhi oleh Sjamsul Nursalim yang ditanda tangani dalam perjanjian MSAA. Saat itu, Robertus menjabat sebagai Ketua Bantuan Hukum BPPN.

Selain itu, Robertus menganggap Sjamsul Nursalim telah memberikan keterangan yang tidak benar dalam perjanjiannya.

"Yang dia berikan dalam MSAA tidak mengungkapkan bahwa terdapat fakta material dimana PT DCD pada waktu itu adalah penjamin dari petambak-petambak," tuturnya.

Saat perjanjian MSAA ditanda-tangani oleh Sjamsul Nursalim, kata Robertus, Syafruddin saat itu telah menjadi Ketua BPPN.

Mengira adanya kejanggalan, BPPN ingin melakukan pertemuan dengan Sjamsul Nursalim, namun Sjamsul Nursalim tidak memenuhi dan di wakilkan oleh tim kuasa hukumnya.

"Sjamsul Nursalim di wakili oleh Buyung Nasution, kami utarakan bahwa memang ada misrepressentasi yang dilakukan oleh Sjamsul Nursalim," jelasnya.

(rdw/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up