alexametrics

Pengacara: Pernyataan Eggi Sudjana Soal ‘People Power’ Bukan Konteks Makar

9 Mei 2019, 13:02:56 WIB

JawaPos.com – Kuasa hukum Eggi Sudjana, Pitra Romadoni merasa kecewa terhadap Polda Metro Jaya terkait penetapan tersangka kasus pernyataan ‘people power’ terhadap kliennya. Dia mengklaim, pernyataan konteks people power yang disampaikan Eggi tidak ada hubungannya dengan makar.

“Beliau ini adalah Tim Advokasi Badan Pemenangan Nasional (BPN). Konteks tentang people power adalah dia sedang menyatakan pendapat tentang kecurangan-kecurangan yang terjadi. Pendapat itu kan sudah jelas diatur dalam UU Nomor 9 tahun 1998 tentang kemerdekaan menyatakan pendapat,” kata Pitra saat dikonfirmasi, Kamis (9/5).

“Kenapa sekarang pendapat bisa dipidanakan? People power dalam kitab UU acara pidana itu tidak ada, tidak ada bahasa people power. Yang ada bahasa makar,” lanjutnya.

Soal penetapan tersangka terhadap Eggi, kata Pitra, dirinya bersama klien akan melakukan upaya hukum. Dia belum bisa memastikan akan memenuhi panggilan pemeriksaan penyidik Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya atau tidak.

“Saya akan koordinasikan dengan beliau terhadap penetapan tersangka tersebut. Yang jelas, kita akan melakukan upaya hukum atau tindakan hukum terhadap penetapan tersangka itu,” tegas Pitra.

Upaya hukum yang dimaksud, lanjut Pitra, merupakan gelar perkara yang dilakukan oleh pihak kepolisian. Polisi dalam hal ini harus dapat menghadirkan saksi ahli untuk melihat konteks hukum yang dapat menetapkan Eggi sebagai tersangka.

“Saksi ahlinya dihadirkan dulu, ahli bahasa, ahli tata negara, ahli pidana. Kan belum dihadirkan saksi ahli, disitu saya kekecewaannya,” ucap Pitra.

Kendati demikian, Pitra menghormati proses hukum yang dilakukan oleh aparat kepolisian. Namun dia menegaskan pernyataan politikus Partai Amanat Nasional (PAN) tersebut bukan dalam konteks makar. “Kita tetap hormati proses hukum, tapi perlu digaris bawahi bahw pendapat itu tidak dapat dipidanakan,” tukasnya.

Surat penetapan tersangka Eggi Sudjana oleh aparat kepolisian. (Istimewa)

Sebelumnya, Penyidik Direktorat Kriminal Umum Polda Metro Jaya menetapkan Eggi Sudjana sebagai tersangka kasus pernyataan ‘people power‘. Eggi bakal diperiksa sebagai tersangka dalam kasus itu pada Senin (13/5) mendatang.

“Betul (Eggi) ditetapkan sebagai tersangka,” kata Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Argo Yuwono saat dikonfirmasi, Kamis (9/5).

Sebelumnya, polisi telah memanggil Eggi terkait pernyataan ‘people power‘ untuk kembali diperiksa pada Jumat (3/5), namun Enggi tidak dapat memenuhi panggilan polisi. Pemeriksaan itu atas laporan relawan dari Jokowi-Ma’ruf Center (Pro Jomac) ke Bareskrim Polri, yang dilimpahkan ke Polda Metro Jaya.

Laporan Supriyanto teregister dengan nomor: LP/B/0391/IV/2019/BARESKRIM tertanggal 19 April 2019 dengan tuduhan penghasutan. Selain oleh Supriyanto, Eggi dilaporkan oleh caleg PDIP Dewi Tanjung, yang melaporkan hal serupa.

Buntut atas pelaporan itu, Eggi melaporkan balik Supriyanto ke Bareskrim Polri pada Sabtu (20/4). Laporan Eggi teregister dengan nomor LP/B/0393/IV/2019/BARESKRIM tertanggal 20 April 2019. Perkara yang dilaporkan adalah Tindak Pidana Pengaduan Palsu UU Nomor 1 Tahun 1946 tentang KUHP Pasal 220 KUHP Pencemaran Nama Baik UU Nomor 1 Tahun 1946 tentang KUHP Pasal 310 KUHP.

Editor : Bintang Pradewo

Reporter : Muhammad Ridwan



Close Ads