JawaPos Radar

Ricuh Napi Teroris di Mako Brimob, Polisi Didesak Transparan

09/05/2018, 10:47 WIB | Editor: Kuswandi
Rusuh Mako Brimob
Aparat Brimob di Mako Kelapa Dua, Depok tengah berjaga-jaga (Miftahul Hayat/Jawa Pos)
Share this image

JawaPos.com - Kepolisian Republik Indonesia didesak transparan untuk menjelaskan kerusuhan yang terjadi di Markas Komando (Mako) Brimob Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat, semalam. Sebab, informasi mengenai kronologi dan jumlah korban masih simpang siur.

"Biar publik tidak berspekulasi maka alangkah baiknya jika pihak kepolisian transparan membeber kronologi yang sebenar-benarnya," ujar pengamat terorisme dari The Community of Ideological Islamic Analyst (CIIA), Harits Abu Ulya dalam keterangannya di Jakarta, Rabu (9/5).

Memang, sempat dikabarkan dalam kejadian itu, sejumlah anggota Datasemen Khusus 88 Antiteror disandera oleh para napi terorisme diduga kasus Poso. Senjata api milik petugas pun katanya juga diambil.

Untuk itu, perlu ada penjelasan lebih lanjut apakah karena ada kelalaian atau tidak hingga narapidana teroris (napiter) di Mako Brimob itu rusuh.

"Apakah peristiwa ini ada unsur kelalaian dari aparat ataukah memang kondisi di luar prediksi terjadi spontanitas. Atau ada kondisi-kondisi pra kejadian yang bisa memantik rusuh hingga terjadi perampasan senpi," tambahnya.

Perlu dijelaskan pula lebih lanjut alasan perampasan senjata api milik petugas. Atau mungkin senjata itu dibobol dari gudang penyimpanan. Publik kata Harits menunggu transparansi dan kejujuran aparat untuk menjelaskan semua itu.

"Dengan demikian (itu) bisa mereduksi spekulasi dan sangkaan publik mengenai ada rekayasa atau skenario memancing para napiter untuk membuat kerusuhan demi sebuah kepentingan di balik itu semua," tukasnya.

(dna/ce1/JPC)

Alur Cerita Berita

Keluarga Beny Syamsu Gelar Pengajian 09/05/2018, 10:47 WIB
Lihat semua

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up