alexametrics

6 Korban Kericuhan Mako Brimob, 5 Polisi dan 1 Narapidana Teroris

9 Mei 2018, 16:30:21 WIB

JawaPos.com – Pihak kepolisian masih melakukan upaya penanganan kericuhan di Mako Brimob Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat, Rabu (9/5). Namun berdasarkan informasi, ada enam korban dalam insiden kericuhan dari narapidana teroris itu.

Karo Penmas Mabes Polri, Brigjen M Iqbal mengatakan, pihaknya masih melakukan upaya persuasif dengan negosiasi. Iqbal mengungkapkan, insiden yang terjadi di Mako Brimob Kelapa Dua telah memakan enam korban. Korban tersebut di antaranya, lima dari pihak Kepolisian dan satu narapidana.

“Enam korban dari insiden ini adalah lima petugas dari pihak kami dan satu narapidana teroris. Narapidana ini kami beri tindakan kepolisian karena melawan, mengancam, dan merebut senjata petugas,” katanya, di Mako Brimob Kelapa Dua, Depok, Rabu (9/5).

6 Korban Kericuhan Mako Brimob, 5 Polisi dan 1 Narapidana Teroris
Karopenmas Mabes Polri Brigjen M Iqbal (Sachril Agustin/ JawaPos.com)

Ia menambahkan, dari kejadian ini juga, ada satu petugas Kepolisian yang ditahan narapidana. Karena itu, Iqbal mengatakan bahwa sampai saat ini upaya persuasif dengan negosiasi masih dilakukan.

“Kami melakukan upaya kepolisian dengan mengendalikan situasi. Hal ini kami lakukan dengan cara upaya persuasif, yaitu dengan bernegosiasi ke beberapa para tahanan yang mau atau ingin diajak untuk melakukan komunikasi,” tuturnya.

Diungkapkannya, korban yang tewas dibawa ke Rumah Sakit Polri Kramatjati, Jakarta Timur. Lima korban dari pihak kepolisian yaitu Bripda Wahyu Catur Pamungkas, Bripda Syukron Fadhli Idensos, Ipda Rospuji, Bripka Denny, dan Briptu Fandi.

Sementara narapidana yang tewas yaitu Benny Syamsu Tresno. Lalu untuk petugas yang masih disandera adalah Bripka Iwan Sarjana. “Kami akan menyelesaikan insiden ini. Kami mohon dukungannya dari semua pihak,” tutup Iqbal.

Editor : Bintang Pradewo

Reporter : (ce1/sab/JPC)

Alur Cerita Berita

Lihat Semua


Close Ads
6 Korban Kericuhan Mako Brimob, 5 Polisi dan 1 Narapidana Teroris