JawaPos Radar

Ustad yang Tertangkap Jadi Kurir Sabu Dikenal Tertutup

09/04/2018, 17:51 WIB | Editor: Sari Hardiyanto
Kurir Sabu
KURIR SABU: Tersangka Agung Rukiyanto dan Sriyono ditangkap lantaran menjadi kurir sabu, Senin (9/4). (Tunggul Kumoro/JawaPos.com)
Share this

JawaPos.com - Agung Rukiyanto, pria yang diketahui berprofesi sebagai ustad dan ketahuan nyambi sebagai kurir sabu dan ditangkap BNNP Jateng diketahui tertutup dan jarang bersosialisasi dengan para tetangga.

Bahkan, setiap ada kegiatan di kampung, Agung tidak pernah mengikutinya. Hal itu diungkapkan oleh Ketua RT 1/RW 2, Tegalayu, Bumi, Kecamatan Laweyan Solo, Mutaqqin.

"Seperti kalau ada kerja bakti tidak pernah datang, lalu ada kumpulan RT dan ronda juga tidak ikut," katanya saat ditemui JawaPos.com, Senin (9/4).

Kurir Sabu
SEPI: Rumah tersangka narkoba yang ditangkap BNNP Jateng, Agung Rukiyanto sepi, Senin (9/4). (Ari Purnomo/JawaPos.com)

Kendati demikian, yang bersangkutan imbuh Mutaqqin masih kerap bertegus sapa apabila berpapasan. Awalnya, dia tidak mempercayai salah seorang warganya tersebut ditangkap oleh BNNP. "Tetapi setelah membaca berita di media barulah saya percaya," paparnya.

Sementara itu, salah satu pengurus Ponpes Takmirul Islam yang enggan menyebutkan namanya membantah jika Agung bekerja di Ponpes. "Kalau ikut pengajian iya, tapi kalau bekerja di Ponpes tidak mungkin," bantahnya.

Ditemui terpisah, pembantu dan para tetangga belum mengetahui penangkapan Agung Rukiyanto. Bahkan pembantunya, Astuti, 43, mengetahui majikannya tersebut tengah menjalankan ibadah umrah.

"Setahu saya Pak Agung baru menjalankan umrah," terang Astuti, Senin (9/4). Astuti justru baru mengetahui kabar penangkapan majikannya dari awak media yang datang ke rumahnya. Astuti mengaku sudah bekerja di rumah Agung sejak lima tahun silam. Selama ini, menurut Astuti, Agung memang sangat rutin mengikuti aktivitas di Ponpes Takmirul Islam. 

Sebagaimana diberitakan, Agung Rukiyanto, 47, warga Kampung Tegalayu RT 01/RW 02 Kelurahan Bumi, Laweyan, Surakarta ditangkap bersama rekannya, Sriyono, 53 lantaran menjadi kurir sabu. Dari keduanya, berhasil diamankan sabu seberat 10 gram.

Menurut Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Jawa Tengah, Brigjen Pol Tri Agus Heru keduanya ditangkap, Jumat (6/4) usai mengambil pesanan sabu di Sragen. Mereka diamankan sewaktu sedang berada di dalam mobil, tepatnya di daerah Jalan Pungkruk Raya Sukowati Km 4 RT 04/RW 08 Desa Jetak, Sidoharjo, Sragen.

Disinggung mengenai profesinya sebagai ustad, Agung sendiri mengaku pada kesehariannya ia hanya mengisi tausiyah pagi di Pondok Pesantren Takmirul Islam, Surakarta. Rencananya, tepat hari ini, ia seharusnya berangkat umrah, akan tetapi batal lantaran harus menjalani proses hukum. "Istri saya tetap berangkat tapi," kata dia.

(apl/JPC)

Berita Terkait

Rekomendasi

berita hari ini

Sign In

Belum memiliki aku? Sign Up