alexametrics

Pejabat Korupsi Disebut Berkinerja Baik, Logika Hakim MA Dipertanyakan

9 Maret 2022, 21:02:27 WIB

JawaPos.com–Keputusan hakim Mahkamah Agung mengurangi hukuman pidana penjara mantan Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) Edhy Prabowo, dari sembilan tahun menjadi lima tahun penjara mendapat sorotan dari berbagai pihak. Pakar psikologi forensik Reza Indragiri Amriel pun angkat bicara soal itu.

Menurut dia, korupsi menurunkan kepuasan kerja. Ketika kepuasan kerja turun, kinerja pun akan anjlok. Korupsi juga akan membawa organisasi ke situasi tidak efektif dan kurang produktif. Konsekuensinya sama, performa (kinerja) akan memburuk, baik performa individu maupun performa organisasi.

”Dari situ sulit dipahami, bagaimana logikanya bahwa seorang pejabat divonis bersalah karena melakukan korupsi namun pada saat yang sama disebut berkinerja baik?” tutur Reza.

Korupsi, lanjut dia, ketika dilakukan pejabat negara, sepatutnya diposisikan sebagai kejahatan yang menghapus segala catatan kebaikannya. Integritas selayaknya dijadikan sebagai elemen mutlak dalam penilaian kinerja.

Selama elemen itu belum terpenuhi, menurut Reza elemen-elemen lainnya tak lagi menentukan. ”Tidak tepat untuk mengaitkan kinerja baik organisasi dengan individu yang korupsi,” kata Reza.

Dia menjelaskan, perilaku koruptif justru menandakan bahwa individu bersangkutan memiliki komitmen rendah pada organisasi tempatnya bekerja. Dengan komitmennya yang rendah, bagaimana mungkin sepenuhnya berpikir dan bekerja untuk membawa kebaikan bagi lembaganya.

Editor : Latu Ratri Mubyarsah

Saksikan video menarik berikut ini:

Close Ads