alexametrics

MA Sunat Hukuman Edhy Prabowo jadi 5 Tahun, ICW: Benar-benar Absurd

9 Maret 2022, 19:52:43 WIB

JawaPos.com – Peneliti Indonesia Corruption Watch (ICW) Kurnia Ramadhana, mengaku kecewa dengan putusan Majelis Hakim Mahkamah Agung (MA) yang ‘menyunat’ hukuman pidana penjara mantan Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) Edhy Prabowo, dari sembilan tahun menjadi lima tahun penjara.

Menurut Kurnia, pertimbangan Majelis Hakim MA tidak berdasar hanya karena keder Partai Gerindra tersebut telah bekerja dengan baik saat menjadi menteri, dan memberikan harapan kepada para nelayan.

“ICW melihat hal meringankan yang dijadikan alasan MA untuk mengurangi hukuman Edhy Prabowo benar-benar absurd atau tidak masuk akal. Sebab, jika ia sudah baik bekerja dan telah memberi harapan kepada masyarakat, tentu Edhy tidak diproses hukum oleh KPK,” ujar Kurnia kepada JawaPos.com, Rabu (9/3).

Kurnia menegaskan, Majelis Hakim MA harusnya memahami Edhy Prabowo adalah seorang pelaku tindak pidana korupsi. Kader Gerindra ini telah terbukti memanfaatkan jabatannya untuk meraup keuntungan secara melawan hukum.

Maka dari itu, Kurnia menilai, sangat wajar Edhy Prabowo ditangkap dan divonis sembilan tahun kurungan bui mulai dari penjara, denda, uang pengganti, dan pencabutan hak politik.

“Lagi pun, Majelis Hakim seolah mengabaikan ketentuan Pasal 52 KUHP yang menegaskan pemberatan pidana bagi seorang pejabat tatkala melakukan perbuatan pidana memakai kekuasaan, kesempatan atau sarana yang diberikan kepadanya. Karena itu, regulasi itu secara spesifik menyebutkan penambahan hukuman sepertiga, bukan justru dikurangi oleh MA,” tegasnya.

Editor : Kuswandi

Reporter : Gunawan Wibisono

Saksikan video menarik berikut ini: