alexametrics

Danyon 754/ENK Bantah Prajuritnya Pelaku Penembakan Warga di Pomako

9 Maret 2021, 18:31:24 WIB

JawaPos.com – Komandan Batalyon Infanteri Raider 754/Eme Neme Kangasi Kostrad, Mayor Infanteri Doni Firmansyah, membantah pemberitaan yang menyebutkan prajuritnya terlibat penembakan seorang warga saat hendak membubarkan kerusuhan di Kampung Asmat, kawasan Pelabuhan Pomako, Timika, Minggu malam (7/3). Bantahan itu dia katakan saat menggelar jumpa pers bertempat di Markas Komando Batalyon Infanteri 754/ENK di Timika, Selasa (9/3).

“Kami mengimbau masyarakat Mimika agar tetap tenang, sebab pimpinan daerah serta TNI-Polri akan menyelidiki dan menyidik dan penyidikan kerusuhan itu. Yakin dan percaya, kami akan selidiki sampai mendapatkan hasil yang terang-benderang, periksa berdasarkan bukti yang nyata,” kata Doni.

Doni yakin anggotanya tidak terlibat penembakan terhadap seorang warga yang memicu aksi blokade jalan poros Timika-Pelabuhan Pomako dan penjarahan sejumlah warung dan kios di depan Depo Jober Pertamina Pomako itu. Dia menegaskan sudah memeriksa seluruh anggota Batalyon Infanteri Raider 754/ENK Kostrad yang terlibat mengamankan kerusuhan di Pomako saat malam kejadian.

Dari 10 anggota yang ikut mengamankan kejadian saat itu, katanya, hanya ada satu perwira yang membawa senjata api jenis senapan serbu SS1. Setelah diselidiki, senjata dan amunisi dari satu anggota itu masih utuh. “Di senjatanya tidak ada bekas percikan peluru, dan juga peluru masih lengkap,” ujarnya.

Saat kejadian itu, seorang pemuda bernama Andreas Bewermbo (20) terluka setelah dada kirinya tertembus peluru hingga bagian punggung. Hingga kini korban masih dirawat intensif di RSUD Mimika.

Kerusuhan di dekat kawasan Pelabuhan Nusantara Pomako itu bermula saat seorang warga bernama Soter Moporteyau dalam kondisi mabuk dianiaya lima orang saat menghadang mobil depot air. Korban dilaporkan dipukul dengan besi sehingga melarikan diri ke dalam sungai.

Editor : Edy Pramana

Reporter : Antara

Saksikan video menarik berikut ini: